Waktu Sahur di Ramadhan, Momentum Mustajab untuk Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 02:50 WIB
Waktu Sahur di Ramadhan, Momentum Mustajab untuk Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Maknanya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, Kami memohon ampun kepada Allah, Kami memohon Surga kepada-Mu dan kami berlindung kepada-Mu dari api neraka."

Memohon Maaf dengan Merendah

Doa ini mengakui sifat Allah Yang Maha Pemaaf.

Artinya: "Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Mulia, Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah kami, Wahai Yang Maha Mulia."

Doa Sayyidul Istighfar

Ini adalah rajanya istighfar, doa yang sangat lengkap dan dalam maknanya.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tiada tuhan selain Engkau. Engkau-lah yang telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku tetap pada ikatan-Mu dan perjanjian-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui dosaku kepada-Mu, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku. Maka ampunilah aku, sungguh tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau."

Keutamaan ritual dzikir di waktu sahur ini benar-benar dahsyat. Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Khuzaimah dijelaskan, ada empat hal yang sebaiknya diperbanyak di bulan Ramadhan. Dua hal untuk meraih keridhaan Allah: membaca syahadat dan istighfar. Dua hal lagi yang kita butuhkan: meminta surga dan perlindungan dari neraka.

Intinya, momen sahur itu terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. Di tengah heningnya malam, saat langit gelap mulai menampakkan cahaya MURIANETWORK.COM, itulah saat yang tepat untuk bercakap-cakap dengan Sang Pencipta, mengadukan segala salah, dan memohon rahmat-Nya yang tak terbatas.

Semoga kita bisa mengamalkannya. Wallahu A'lam.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar