Memasuki babak kedua, keberanian tim tamu mulai terbayar. Mereka tak hanya bertahan, tetapi juga mengambil inisiatif. Pada menit ke-53, kesabaran mereka akhirnya terbalas. Sebuah serangan balik cepat berujung pada gol penyama kedudukan.
"Houssem Aouar berhasil mencetak gol penyeimbang setelah menerima assist dari rekannya di lini tengah," jelas komentator yang melaporkan langsung dari pinggir lapangan.
Perburuan Gol Penentu yang Tak Kunjung Datang
Gol tersebut seperti menyulut semangat baru di kedua kubu. Skor 1-1 membuat laga kembali terbuka dan berjalan dengan tempo tinggi. Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain, memasangkan penyerang dan gelandang kreatif untuk mencari celah. Intensitas duel meningkat, terlihat dari beberapa kartu peringatan yang dibagikan wasit.
Al-Hilal mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan menembus blok pertahanan Al-Ittihad yang tampil heroik. Beberapa peluang tercipta, namun baik kiper maupun bek-bek tamu tampil solid. Di sisi lain, serangan balik sporadis Al-Ittihad tetap menyimpan ancaman hingga menit akhir.
Peluit panjang akhirnya mengakhiri pertarungan sengit itu. Kedua tim harus puas berbagi satu poin. Hasil ini tentu menimbulkan perasaan berbeda; Al-Hilal mungkin kecewa gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain, sementara Al-Ittihad layak mendapat pujian atas karakter dan daya juang luar biasa yang ditunjukkan sepanjang 80 menit lebih dalam kondisi inferior.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Waterboom Grand Mall Maros Tawarkan Wahana Air Terjangkau di Dekat Makassar
Proyek Perbaikan Jalan Aroepala Makassar Picu Kemacetan, Diklaim Bukan Sekadar Tambal Sulam
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 per Gram pada Perdagangan Kamis