MURIANETWORK.COM - Indeks Persepsi Korupsi (CPI) Indonesia untuk tahun 2025 mengalami penurunan signifikan, menurut laporan terbaru Transparency International Indonesia (TII). Skor Indonesia anjlok dari 37 pada 2024 menjadi 34 pada tahun ini, menempatkannya di bawah rata-rata global dan regional. Sekjen TII Danang Widoyoko mengungkapkan data ini dalam sebuah diskusi, yang menandai kemunduran dalam upaya penegakan antikorupsi di mata komunitas internasional.
Penurunan Skor di Bawah Rata-Rata Global
Analisis yang disampaikan Danang Widoyoko menunjukkan posisi Indonesia yang kini justru tertinggal. Penurunan tiga poin itu bukan hanya angka statis, tetapi mencerminkan persepsi yang memburuk di tengah upaya pemerintah. "Skor kita turun dari tahun lalu 37, sekarang turun ke 34. Bahkan, kita berada di bawah rata-rata Asia Pasifik dan rata-rata dunia, rata-rata dunia itu 42, negara Asia Pasifik kita itu 45," jelas Danang dalam paparannya.
Kondisi ini cukup mengejutkan mengingat tahun sebelumnya sempat ada perbaikan. Penurunan kali ini terjadi meski metodologi penghitungan CPI, yang menggunakan sembilan sumber data, tetap konsisten.
Peran Krusial Data World Economic Forum
Danang kemudian membeberkan detail yang lebih teknis mengenai fluktuasi skor ini. Pada 2024, skor Indonesia sempat "tertolong" oleh masuknya data dari World Economic Forum Executive Opinion Survey, yang mendongkrak peringkat. Sumber data itu tetap digunakan di tahun 2025, namun hasilnya berbeda.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak PBB Investigasi Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon
KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Mendagri Tito Karnavian: Pengumuman Resmi WFH ASN Dijadwalkan Besok
Kejagung Bantah Intimidasi Terdakwa, Sebut Pemberian Kue Bagian dari Program Jaksa Humanis