Kebakaran Pabrik Terpal di Gunung Putri, Empat Unit Damkar Dikerahkan

- Minggu, 29 Maret 2026 | 18:15 WIB
Kebakaran Pabrik Terpal di Gunung Putri, Empat Unit Damkar Dikerahkan

Jakarta - Asap hitam pekat membumbung tinggi di langit kawasan Setu Wanaherang, Gunung Putri, Bogor, Minggu (29/3/2026) siang. Sumbernya adalah sebuah pabrik pembuatan terpal yang dilalap si jago merah. Tim Damkar Gunung Putri langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Komandan Sektor Pemadam Kebakaran setempat, Hendra, membenarkan kabar tersebut. Saat dikonfirmasi, ia menyebut anggota masih melakukan upaya pemadaman.

"Betul, objek yang terbakar pabrik terpal. Lokasi kebakaran di sekitar Setu Wanaherang, Gunung Putri. Anggota sudah di lokasi, masih penanganan," ujar Hendra.

Dari video yang beredar, situasinya terlihat cukup mencemaskan. Api berkobar hebat, menghanguskan bagian dalam hingga atap bangunan. Dalam rekaman lain, terlihat sejumlah orang berlarian di dalam pabrik, berusaha menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan sebelum situasi semakin parah.

Menurut Hendra, kebakaran ini cukup sulit ditangani. Pasalnya, di dalam pabrik tersimpan banyak bahan baku yang mudah sekali terbakar.

"Kebakarannya cukup besar, karena kan disitu banyak bahan baku yang mudah terbakar ya, ada banyak kertas semen juga," imbuhnya menjelaskan tantangan yang dihadapi petugas.

Saat ini, upaya pemadaman masih terus dilakukan. Empat unit damkar telah berada di lokasi. Namun begitu, mengingat besarnya kobaran api, pihaknya sudah meminta bantuan tambahan.

"Unit damkar yang sudah di lokasi sudah empat unit, tapi kita sudah minta perbantuan unit yang 10 ribu liter untuk suplai air, satu unit sudah perjalanan," jelas Hendra.

Hingga berita ini diturunkan, pemadaman masih berlangsung. Warga sekitar diimbau untuk menjauh dari lokasi dan memberi ruang bagi petugas bekerja.

(sol/whn)

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar