"Pengawasan yang kuat akan berdampak langsung pada kepercayaan publik. Kalau tata kelolanya baik, masyarakat akan merasa lebih terlindungi,"
tutur Edy. Komisi IX sendiri, janjinya, akan terus mengawasi BPJS. Mereka berencana menjalin komunikasi intensif dengan Dewas, dan berharap laporan serta evaluasi kinerja disampaikan secara terbuka dan berkala ke DPR.
Harapannya sederhana namun mendasar: pelantikan ini jadi titik awal perbaikan, agar manfaat jaminan sosial benar-benar bisa dirasakan seluruh masyarakat.
Siapa Saja yang Duduk di Dewas?
Lima nama telah disetujui untuk mengawasi BPJS Kesehatan. Mereka mewakili tiga unsur: pekerja, pemberi kerja, dan tokoh masyarakat. Afif Johan dan Stevanus Adrianto Passat mewakili unsur pekerja. Dari unsur pemberi kerja ada Paulus Agung Pambudhi dan Sunarto. Sementara Lula Kamal hadir sebagai tokoh masyarakat.
Untuk BPJS Ketenagakerjaan, komposisinya serupa. Dedi Hardianto dan Ujang Romli dari unsur pekerja. Sumarjono Saragih dan Abdurrakhman Lahabato mewakili pemberi kerja. Sedangkan Alif Nuryanto Rahman masuk sebagai tokoh masyarakat. Kelima nama ini yang akan memikul mandat pengawasan di sisi ketenagakerjaan.
Artikel Terkait
Longsor Rusak Parah Jalan di Barru, Warga dan Akademisi Desak Perbaikan Segera
Veda Ega Pratama Lolos Langsung ke Q2 Moto3 GP Amerika
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton