MURIANETWORK.COM - Pasar Cidu di kawasan Tabaringan, Makassar, telah bertransformasi menjadi destinasi kuliner malam yang ramai. Setelah berfungsi sebagai pasar tradisional di pagi hari, kawasan ini berubah total saat senja tiba, dipadati pedagang dan pengunjung yang mencari beragam street food lokal hingga kekinian. Popularitasnya melambung selama pandemi, berkat viralnya suasana unik pasar ini di berbagai platform media sosial.
Dari Pasar Ikan ke Surga Kuliner Malam
Akarnya ternyata jauh lebih dalam dari sekadar tren kekinian. Pasar Cidu telah berdiri sejak era 1950-an, awalnya berdenyut dengan aktivitas jual beli ikan dan sayuran segar yang biasanya berakhir menjelang siang. Yang menarik, suasana sepi itu tidak berlangsung lama. Menjelang sore, pasar ini seolah bangkit untuk kedua kalinya. Aroma ikan segar dan sayuran perlahan berganti dengan wangi rempah dan bara bakar, menandai dimulainya operasi para pedagang kuliner.
Transformasi ini berjalan organik. Kini, lorong-lorong dan area sekitar pasar dipenuhi tenda-tenda dan gerai yang menyajikan jajanan dari yang tradisional hingga yang sedang viral. Perubahan wajah dari siang ke malam inilah yang menjadi daya tarik utama dan ciri khas Pasar Cidu.
Pesta Rasa di Setiap Sudut
Menjelajahi Pasar Cidu di malam hari adalah pengalaman yang menggiurkan bagi semua indra. Deretan penjaja makanan membentang, masing-masing dengan sajian andalan. Mulai dari nasi bakar yang harum, cumi bakar dengan bumbu gurih, aneka bakso, kue-kue manis, hingga asinan yang segar tersedia untuk memuaskan selera. Tidak ketinggalan, minuman kekinian juga mudah ditemukan untuk menemani santapan.
Artikel Terkait
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Pejabat AS