MURIANETWORK.COM - Pasar Cidu di kawasan Tabaringan, Makassar, telah bertransformasi menjadi destinasi kuliner malam yang ramai. Setelah berfungsi sebagai pasar tradisional di pagi hari, kawasan ini berubah total saat senja tiba, dipadati pedagang dan pengunjung yang mencari beragam street food lokal hingga kekinian. Popularitasnya melambung selama pandemi, berkat viralnya suasana unik pasar ini di berbagai platform media sosial.
Dari Pasar Ikan ke Surga Kuliner Malam
Akarnya ternyata jauh lebih dalam dari sekadar tren kekinian. Pasar Cidu telah berdiri sejak era 1950-an, awalnya berdenyut dengan aktivitas jual beli ikan dan sayuran segar yang biasanya berakhir menjelang siang. Yang menarik, suasana sepi itu tidak berlangsung lama. Menjelang sore, pasar ini seolah bangkit untuk kedua kalinya. Aroma ikan segar dan sayuran perlahan berganti dengan wangi rempah dan bara bakar, menandai dimulainya operasi para pedagang kuliner.
Transformasi ini berjalan organik. Kini, lorong-lorong dan area sekitar pasar dipenuhi tenda-tenda dan gerai yang menyajikan jajanan dari yang tradisional hingga yang sedang viral. Perubahan wajah dari siang ke malam inilah yang menjadi daya tarik utama dan ciri khas Pasar Cidu.
Pesta Rasa di Setiap Sudut
Menjelajahi Pasar Cidu di malam hari adalah pengalaman yang menggiurkan bagi semua indra. Deretan penjaja makanan membentang, masing-masing dengan sajian andalan. Mulai dari nasi bakar yang harum, cumi bakar dengan bumbu gurih, aneka bakso, kue-kue manis, hingga asinan yang segar tersedia untuk memuaskan selera. Tidak ketinggalan, minuman kekinian juga mudah ditemukan untuk menemani santapan.
Aroma sedap yang mengepul dari setiap wajan dan panggangan menjadi pemandu alami bagi pengunjung. Suasananya riuh namun bersahabat, dipadu dengan cahaya lampu tempel yang menciptakan atmosfer tersendiri.
Seorang pengunjung yang kerap datang menggambarkan daya pikat tempat ini. "Bukan cuma soal makanan, tapi suasananya yang hidup dan unik bikin orang penasaran dan ingin datang langsung," ujarnya. Pernyataan ini menangkap esensi mengapa Pasar Cidu lebih dari sekadar tempat makan biasa.
Tips Menikmati Kunjungan dengan Nyaman
Seperti halnya pusat keramaian populer lainnya, berkunjung ke Pasar Cidu memerlukan sedikit kewaspadaan untuk memastikan pengalaman tetap menyenangkan. Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah kepadatan. Jalanan di sekitar pasar ramai oleh kendaraan yang melintas dan pejalan kaki, sehingga kerap terasa sesak.
Oleh karena itu, disarankan untuk selalu menjaga barang bawaan dengan baik dan tetap waspada terhadap lingkungan sekitar. Dengan persiapan sederhana ini, Anda dapat fokus menikmati kekayaan kuliner yang ditawarkan tanpa gangguan.
Dengan sejarah panjang dan kemampuan beradaptasi mengikuti zaman, Pasar Cidu telah membuktikan diri bukan sebagai sekadar tempat nongkrong sesaat. Ia adalah ruang hidup masyarakat kota yang terus berevolusi, mempertahankan denyut tradisi sekaligus merangkul gelombang baru, satu porsi makanan dalam satu waktu.
Artikel Terkait
Anggota DPR Tekankan Peran Strategis Dewan Pengawas BPJS yang Baru Dilantik
Satgas Pangan Sulsel Perkuat Pengawasan demi Stok Aman dan Harga Terjangkau
Thunder Kukuhkan Puncak Klasemen Barat Usai Taklukkan Lakers di Kandang
Kemenag Rilis Jadwal Imsakiyah Resmi Ramadhan 2026