Di gedung DPR Senayan, Selasa lalu, suara Edy Wuryanto dari Komisi IX terdengar tegas. Ia bicara soal Dewan Pengawas BPJS yang baru saja dilantik. Bagi politisi PDI Perjuangan ini, momentum ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah kesempatan emas untuk membenahi banyak hal.
"Dewan Pengawas ini perannya sangat strategis. Mereka harus benar-benar memastikan kebijakan dan pengelolaan BPJS berjalan sesuai aturan, transparan, dan berpihak pada peserta,"
ujar Edy, menekankan bahwa posisi Dewas jauh dari sekadar pelengkap struktur. Ia melihatnya sebagai instrumen vital. Tugasnya berat: mengawal penyelenggaraan jaminan sosial agar sesuai undang-undang dan, yang tak kalah penting, mampu menjawab keluhan riil di lapangan.
Dan keluhan itu, menurutnya, nyata adanya. Mulai dari layanan di faskes yang kerap dikeluhkan, persoalan data kepesertaan yang berantakan, sampai isu besar soal keberlanjutan pembiayaan. Semua ini butuh perhatian serius.
"Keluhan masyarakat itu nyata dan harus dijawab. Dewas punya peran untuk memastikan manajemen BPJS melakukan perbaikan yang terukur dan berkelanjutan, bukan sekadar reaktif,"
tegasnya. Ia ingin pengawasan berjalan lebih dalam, tidak cuma berkutat pada dokumen administratif belaka. Dewas didorong untuk turut mengawasi kebijakan strategis direksi, memberi rekomendasi yang menyeimbangkan antara kualitas layanan dan kesehatan keuangan BPJS.
Di sisi lain, ada satu kata kunci yang terus ia ulang: independensi. Ini dinilai sebagai kunci utama. Posisi strategis Dewas harus dimanfaatkan untuk menjaga akuntabilitas, mencegah potensi penyimpangan. Sebab, semua bermuara pada kepercayaan publik.
Artikel Terkait
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Pejabat AS