MURIANETWORK.COM - Pekan ke-26 Premier League akan mempertemukan Everton dan Bournemouth dalam laga yang menjanjikan tensi tinggi di Hill Dickinson Stadium, Rabu dini hari WIB. Kedua tim yang menduduki papan tengah klasemen ini sama-sama datang dengan catatan positif, belum terkalahkan dalam lima laga terakhir mereka di semua kompetisi. Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian bagi Everton untuk memperbaiki catatan kandang yang kurang meyakinkan, sekaligus ujian bagi serangan tajam Bournemouth yang telah menjegal sejumlah raksasa.
Ujian Kandang untuk The Toffees
Tekanan lebih besar tampaknya berada di pundak tuan rumah, Everton. Meski performa mereka secara keseluruhan sedang naik daun, rekor di kandang sendiri dalam delapan pertandingan terakhir justru menjadi catatan yang perlu diperbaiki. Hanya dua kemenangan, diselingi dua hasil imbang dan empat kekalahan, tentu bukan statistik yang diharapkan oleh suporter setia The Toffees. Laga melawan Bournemouth ini menjadi kesempatan emas untuk mengubah tren tersebut di hadapan publik sendiri.
Namun, ada angin segar yang datang dari ruang ganti Everton. Simulasi dari Opta, sebuah perusahaan analisis data olahraga ternama, justru memberikan probabilitas kemenangan sebesar 43,3% untuk tim asuhan David Moyes. Optimisme ini salah satunya dipicu oleh kembalinya sejumlah pemain kunci dari ruang perawatan, yang sebelumnya sempat membuat tim kehilangan momentum.
Dampak Vital Kiernan Dewsbury-Hall
Sosok yang paling mencolok dalam kebangkitan Everton adalah Kiernan Dewsbury-Hall. Gelandang serang yang akrab disapa KDH itu bukan sekadar pengatur tempo permainan, melainkan juga ancaman langsung di depan gawang lawan. Kontribusi golnya, termasuk saat melawan Fulham pekan lalu, membuktikan nilai tambah yang dibawanya sejak direkrut dari Chelsea.
David Moyes sendiri tak menyembunyikan kepuasannya. Dalam konferensi pers resmi jelang laga, Selasa (10/2/2026), manajer asal Skotlandia itu mengakui peran vital pemainnya.
"Dia melampaui ekspektasi. Dia bilang mau mencetak banyak gol, jadi kami sangat puas dengannya. Itulah kenapa Desember dan Januari [saat KDH cedera] kami sangat kehilangan," ungkap Moyes.
Selain KDH, performa konsisten dari gelandang bertahan James Garner dan dinamika yang diciptakan Iliman Ndiaye di sayap juga menjadi pilar penting Everton musim ini.
Ancaman Mematikan dari Bournemouth
Di seberang lapangan, Bournemouth datang dengan senjata yang tak kalah berbahaya: serangan yang mematikan. Di bawah arahan Andoni Iraola, The Cherries telah berubah menjadi tim yang sangat ofensif dan berani beradu permainan terbuka, bahkan melawan tim-tim papan atas. Barisan depan mereka yang diisi Evanilson, Eli Junior Kroupi, Alex Jimenez, dan Amine Adli telah berulang kali membuktikan ketajamannya di momen-momen krusial.
Bukti nyata terlihat dalam tiga laga terakhir mereka melawan raksasa. Bournemouth sempat memberi perlawanan sengit sebelum akhirnya kalah 2-3 dari Arsenal, lalu berbalik menaklukkan Tottenham dan Liverpool dengan skor identik 3-2. Kemampuan konsisten mencetak lebih dari satu gol dalam tiga laga berat tersebut menunjukkan bahwa pertahanan Everton akan menghadapi ujian sesungguhnya.
Kesenjangan Statistik yang Menarik
Analisis statistik lebih dalam justru mengungkap narasi yang menarik dari kedua tim. Everton, yang saat ini duduk di peringkat 8 klasemen, ternyata hanya berada di posisi ke-15 jika dilihat dari nilai Expected Goals (xG), sebuah metrik yang mengukur kualitas peluang tercipta. Sebaliknya, Bournemouth yang berada di posisi 11 justru menduduki peringkat 8 dalam hal xG.
Data ini menggambarkan sebuah kontras: Everton mungkin lebih efisien dalam mengonversi peluang yang sedikit, sementara Bournemouth secara konsisten menciptakan peluang berbahaya meski hasil akhirnya belum selalu maksimal. Kesenjangan ini menambah lapisan intrik dalam pertemuan nanti.
Preview Pertandingan: Benturan Gaya
Laga ini pada dasarnya akan menjadi benturan antara dua filosofi yang berbeda. Everton dikenal dengan pertahanan yang solid, dibackbone kiper Timnas Inggris Jordan Pickford dan bek tengah James Tarkowski yang sangat konsisten. Kekuatan defensif inilah yang sering mematahkan mental lawan. Namun, masalah utama mereka terletak di ujung tombak yang kerap kurang produktif.
Di sisi lain, Bournemouth tampil dengan gaya menyerang yang flamboyan dan berisiko tinggi. Mereka akan terus mendorong dan menciptakan peluang, yang justru bisa membuka ruang bagi serangan balik cepat Everton. Dinamika inilah yang membuat prediksi menjadi sulit. Opta bahkan menilai peluang hasil imbang cukup besar, mencapai 26,7%, mencerminkan betapa berimbangnya duel ini dipandang.
Catatan pertemuan langsung (head to head) juga menunjukkan persaingan ketat. Dalam empat pertemuan terakhir di semua kompetisi, masing-masing tim menang dua kali. Pola skor pun bervariasi, dari kemenangan tipis 1-0 hingga pertandingan tinggi skor seperti 2-3.
Prediksi Akhir
Mengingat momentum kedua tim dan karakteristik yang saling berhadapan, laga ini berpotensi berjalan ketat. Everton akan mengandalkan organisasi pertahanan dan momen individual pemain seperti Dewsbury-Hall, sementara Bournemouth akan terus menguji ketahanan itu dengan gelombang serangan. Kebiasaan Everton yang kerap tampil lebih baik di babak kedua bisa menjadi kunci, tetapi ketajaman Bournemouth sanggup menghukum setiap kesalahan. Beberapa skor yang mungkin terjadi adalah imbang tanpa gol (0-0), kemenangan tipis Everton (1-0), atau imbang dengan pertukaran gol, seperti 1-1 maupun 2-2.
Artikel Terkait
Laporan: Gaji Guru Indonesia Tertinggal Jauh dari Negara Maju pada 2026
Pemerintah Salurkan Rp 4,7 Triliun untuk Korban Banjir Bandang di Tiga Provinsi
Gubernur DKI Minta Pengawasan Fasilitas Publik Diperketat Usai Marak Pencurian di Siang Hari
Penumpang Terjebak di Lift Stasiun Kuningan LRT Jabodebek, Dievakuasi Selamat