Juventus Fokus Perpanjang Kontrak McKennie dan Spalletti Usai Gagal Datangkan Striker

- Selasa, 10 Februari 2026 | 19:15 WIB
Juventus Fokus Perpanjang Kontrak McKennie dan Spalletti Usai Gagal Datangkan Striker

Turin - Jendela transfer Januari 2026 akhirnya tertutup. Dan untuk Juventus, penutupan itu berarti mereka harus puas tanpa kedatangan striker baru yang selama ini diburu. Tapi, jangan salah. Di balik kegagalan itu, ada agenda lain yang justru jadi prioritas utama manajemen. Direktur olahraga Marco Ottolini dengan tegas menyatakan, fokus kini beralih ke meja negosiasi perpanjangan kontrak: untuk gelandang Weston McKennie dan sang arsitek di pinggir lapangan, Luciano Spalletti.

Memang, usaha untuk mendatangkan bomber top sempat dilakukan. Ottolini mengakui negosiasi berjalan dengan beberapa nama, sebut saja Randal Kolo Muani yang status kepemilikannya masih dipegang Paris Saint-Germain meski kini bermain untuk Tottenham Hotspur. Nama lain seperti Youssef En-Nesyri dari Besiktas juga sempat dibicarakan. Namun begitu, semua itu akhirnya hanya jadi wacana.

“Kami punya parameter finansial yang harus dipegang teguh. Kalau saja kondisinya pas, transfer pasti terjadi,” ujar Ottolini kepada Sport Mediaset.

“Tapi pada kenyataannya tidak. Ada banyak faktor. Meski begitu, kami tetap percaya pada skuad yang ada sekarang,” tambahnya.

Jadi, meski striker baru tak kunjung datang, ada secercah pencapaian yang patut diacungi jempol. Mereka berhasil mengamankan masa depan salah satu talenta terbaiknya, Kenan Yildiz, dengan kontrak baru yang lebih panjang dan klausul rilis yang ditingkatkan. Sebuah langkah cerdas untuk jangka panjang.

“Dengan pasar yang sudah tutup, energi kami bisa dialihkan sepenuhnya untuk urusan perpanjangan kontrak. Itulah yang sedang kami kerjakan,” jelas Ottolini.

“Kami sangat senang bisa menyelesaikan urusan Yildiz. Untuk McKennie, pembicaraan sedang berlangsung. Begitu pula dengan pelatih Spalletti kami sangat puas dengan kerjanya dan akan duduk bersama dalam beberapa minggu ke depan,” paparnya.

Di sisi lain, tantangan di lapangan tak bisa diabaikan. Juventus kini bersiap menghadapi ujian berat: Derby d’Italia melawan Inter Milan, sang pemuncak klasemen. Hasil imbang AS Roma 2-2 kontra Lazio juga membuat persaingan di papan atas semakin panas, dengan Roma yang makin mendekat.

“Dalam sepak bola, ada kalanya hasil memihak, ada kalanya tidak. Tapi yang pasti, kami puas dengan performa tim dan harus melangkah dengan keyakinan penuh,” tegas Ottolini soal dinamika tersebut.

Setelah pertarungan sengit melawan Inter, perhatian akan terbelah. Babak play-off Liga Champions menanti, dengan Galatasaray sebagai lawan. Namun, Ottolini menegaskan prioritas tetap jelas: mengamankan posisi empat besar Serie A adalah kunci segalanya sebelum berpikir lebih jauh di Eropa.

“Target utama adalah finis di empat besar. Baru setelah itu, kami akan berkonsentrasi penuh untuk pertandingan di Istanbul dan berharap bisa melaju,” tutupnya.

Jadi, begitulah strategi Juventus pasca-transfer window. Gagal dapat striker, tapi berusaha mati-matian menjaga stabilitas dengan mempertahankan pilar-pilar kunci. Sebuah sinyal kuat bahwa konsistensi di domestik dan cita-cita di Eropa sama-sama dijaga, meski harus dengan jalan yang sedikit berbeda dari rencana awal.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar