MURIANETWORK.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar mengeluarkan peringatan akan potensi cuaca basah untuk wilayah Sulawesi Selatan pada Rabu, 11 Februari 2026 mendatang. Prakiraan menunjukkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang mengguyur berbagai daerah, termasuk Kota Makassar, sepanjang hari hingga dini hari. Masyarakat, khususnya di kawasan barat dan selatan provinsi, juga diimbau untuk mewaspadai potensi angin kencang yang menyertai.
Rincian Prakiraan Cuaca Per Wilayah
Berdasarkan rilis resmi dari BMKG Makassar, pola hujan diprediksi akan bergerak dan meluas seiring berjalannya waktu. Pada pagi hari, kondisi berpotensi hujan akan mulai terasa di Makassar dan beberapa wilayah sekitarnya seperti Gowa, Kepulauan Selayar, Maros, dan Takalar.
Memasuki siang hingga sore hari, cakupan wilayah yang berpotensi diguyur hujan diperkirakan semakin meluas, mencakup sebagian besar area di Sulawesi Selatan. Meski malam hari di Makassar diprakirakan berawan, namun potensi hujan belum sepenuhnya sirna untuk daerah-daerah lain.
“Pada malam hari, cuaca di Makassar diprakirakan berawan. Namun, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah, antara lain Bone, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Palopo, Pangkep, Pinrang, Soppeng, Takalar, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo,” jelas pernyataan resmi dari BMKG.
Kondisi serupa masih akan berlanjut hingga dini hari, di mana hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di banyak wilayah. Sementara itu, beberapa kabupaten seperti Bantaeng, Bone, Bulukumba, Enrekang, Sinjai, dan Wajo diperkirakan akan diselimuti cuaca berawan.
Kondisi Suhu, Kelembapan, dan Angin
Selain pola hujan, BMKG juga merilis data pendukung lainnya. Suhu udara di wilayah Makassar dan sekitarnya diprediksi cukup bervariasi, berkisar antara 19 hingga 34 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara yang tinggi, antara 75 hingga 100 persen, menjadi indikator kuat akan kondisi udara yang basah dan berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan.
Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah kecepatan angin. BMKG memprakirakan angin akan bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan yang cukup bervariasi, mulai dari 7 hingga 35 kilometer per jam. Kecepatan angin pada kisaran tertinggi inilah yang perlu diwaspadai, terutama di daerah pesisir dan terbuka.
Meskipun peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah ini belum dinyatakan aktif, pihak BMKG tetap menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Imbauan untuk berhati-hati terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan oleh hujan dan angin kencang, seperti genangan air, pohon tumbang, atau gangguan transportasi, terus digaungkan.
Artikel Terkait
KPK Amankan USD 50 Ribu dalam Penggeledahan Kasus Suap Sengketa Lahan di PN Depok
Anggota DPR Tekankan Peran Strategis Dewan Pengawas BPJS yang Baru Dilantik
Pasar Cidu Makassar Bertransformasi dari Pasar Ikan Jadi Destinasi Kuliner Malam
Satgas Pangan Sulsel Perkuat Pengawasan demi Stok Aman dan Harga Terjangkau