Al-Azhar Beri Penghargaan kepada Pemerintah Indonesia atas Dukungan SDM

- Senin, 09 Februari 2026 | 12:15 WIB
Al-Azhar Beri Penghargaan kepada Pemerintah Indonesia atas Dukungan SDM

Di sisi lain, kerja sama yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir ini berawal dari inisiatif Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo. Menurut Ad-Duwaini, fondasi yang diletakkan almarhum telah berkembang pesat menjadi berbagai program strategis, mulai dari pemberian beasiswa, pelatihan, seminar, hingga riset bersama.

Pesan untuk Calon Ulama Masa Depan

Lebih dari sekadar apresiasi, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan visi pendidikan Al-Azhar. Syaikh Ad-Duwaini menekankan pentingnya penguasaan ilmu yang mendalam dan komprehensif bagi para penuntut ilmu. Hal ini dinilai sebagai bekal utama untuk menjawab kompleksitas tantangan zaman.

“Ulama harus menjadi teladan. Jadilah ulama yang membawa nilai wasathiyah (moderat), penuh hikmah, dan santun dalam berdakwah,” tegasnya.

Pesan serupa disampaikan oleh Grand Mufti Al-Azhar, Syaikh Nadhir Ayyadh, yang turut hadir. Ia menambahkan bahwa fatwa keagamaan semestinya memberikan kemudahan bagi umat.

“Namun tetap kokoh memegang prinsip syariat,” pungkas Syaikh Ayyadh.

Statemen dari dua otoritas tinggi Al-Azhar ini menggarisbawahi pendekatan keagamaan yang diusung lembaga tersebut: kokoh dalam prinsip, namun kontekstual dan membawa kemaslahatan dalam penerapannya. Dukungan Indonesia dinilai selaras dengan upaya global Al-Azhar dalam mencetak pemimpin agama yang berwawasan luas dan berkontribusi positif bagi perdamaian dunia.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar