Ke depan, komitmen menjaga kredibilitas kebijakan akan terus dipegang. Disiplin fiskal, tata kelola Danantara yang transparan, reformasi pasar modal, dan koordinasi yang solid antarlembaga menjadi kunci.
Pungkas Haryo menutup penjelasannya.
Mengenal Moody's dan Skala Peringkatnya
Moody's Corporation adalah raksasa jasa keuangan dunia yang berbasis di New York. Fokus utamanya? Pemeringkatan kredit dan analisis risiko. Nama mereka sangat diperhitungkan ketika menilai kelayakan kredit suatu pemerintah, perusahaan, atau instrumen utang. Produk andalannya, Moody's Ratings, sering jadi acuan utama pelaku bisnis dan negara.
Pengaruhnya besar. Bagi penerbit utang, rating dari Moody's langsung berimbas pada biaya pinjaman. Rating tinggi biasanya berarti bunga lebih rendah, karena risiko gagal bayar dinilai kecil. Regulator dan bank sentral juga memanfaatkannya untuk memantau stabilitas sistem keuangan.
Lalu, bagaimana mereka memberi peringkat? Setelah investigasi mendalam, Moody's menggunakan skala huruf dan angka. Peringkat tertinggi adalah Aaa, yang berarti risiko gagal bayar sangat kecil. Sementara peringkat terendah adalah C, yang menandakan kemungkinan gagal bayar sangat tinggi. Peringkat Indonesia, Baa2, berada di tengah-tengah masuk kategori medium grade, dengan risiko kredit moderat.
Skala lengkapnya, dari risiko terendah ke tertinggi, adalah: Aaa; Aa1, Aa2, Aa3; A1, A2, A3; Baa1, Baa2, Baa3; Ba1, Ba2, Ba3; B1, B2, B3; Caa1, Caa2, Caa3 (spekulatif); Ca (sangat spekulatif); dan C.
Tak sembarang memberi nilai, Moody's mempertimbangkan banyak hal. Mulai dari rasio keuangan, arus kas, tingkat utang, hingga faktor yang lebih lunak seperti kualitas manajemen, tren industri, dan bahkan kondisi geopolitik. Semuanya dianalisis untuk mendapatkan gambaran utuh tentang kemampuan bayar suatu entitas.
Artikel Terkait
Video Viral: Juru Parkir di Makassar Acungkan Pisau Saat Bentrok dengan Warga
Pantai Mandala Ria Bulukumba: Pesona Alam dan Jejak Sejarah Operasi Mandala
Pemerintah Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan hingga 30 April 2026
Amran Serukan Kolaborasi Saudagar Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global