Tito Karnavian: Kami Butuh Ribuan Personel Lagi untuk Bangkitkan Aceh

- Jumat, 16 Januari 2026 | 00:40 WIB
Tito Karnavian: Kami Butuh Ribuan Personel Lagi untuk Bangkitkan Aceh

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong adanya penambahan personel di wilayah Sumatera yang porak-poranda akibat bencana. Dia memanggil TNI, Polri, hingga berbagai sekolah kedinasan untuk turun tangan. Tujuannya jelas: mempercepat pemulihan dan pembangunan kembali di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Saat rapat koordinasi di kantornya, Kamis lalu, Tito membeberkan kondisi di lapangan. Menurutnya, sebagian besar pemerintahan kabupaten sudah berjalan, tapi Aceh Tamiang benar-benar lumpuh.

"Kantor dan dinas di sana sempat down total," ujarnya.

Namun begitu, situasi mulai berubah setelah bantuan berdatangan. Tito menyebutkan gelombang pertama datang dari TNI dan Polri. Lalu, menyusul lebih dari 1.100 taruna IPDN, 500 dari Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, dan terakhir 1.142 personel dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mereka semua dikerahkan untuk mengangkat Aceh Tamiang dari lumpur dan puing.

Dan ternyata, bantuan masih akan terus mengalir. Dalam waktu dekat, akan ada tambahan kekuatan dari kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda) yang melibatkan akademi TNI dan Polri.

"Minggu depan, saya dengar ada sekitar 2.000 personel dari Latsitarda. Sebagian besar akan ditumpahkan ke Tamiang," jelas Tito. "Lalu juga ke Aceh Timur, Aceh Utara, dan Pidie. Daerah-daerah yang masih terendam lumpur itu. Mereka akan bergerak door to door."

Dia bahkan meminta dokumentasi kerja mereka ditampilkan. "Kalau boleh, tampilkan foto-fotonya," tambahnya.

Di sisi lain, Tito merasa kebutuhan tenaga di lapangan masih sangat besar. Dia pun membuka pintu lebar-lebar bagi sekolah kedinasan lain yang ingin mengirimkan pasukannya.

"Saya tahu masih banyak, dari Kementerian Perhubungan atau Sekolah Tinggi Intelijen misalnya. Kalau mau ngirim lagi, silakan saja," kata dia.

Memang, alat berat sangat dibutuhkan untuk membenahi jalan umum dan fasilitas publik. Tapi pekerjaan rumit justru ada di titik-titik yang lebih sempit.

"Kalau sudah masuk ke gang-gang, ke dalam rumah-rumah warga, alat berat enggak bisa masuk. Itu harus dikerjakan perorangan," imbuhnya.

Bagi Tito, logikanya sederhana: semakin banyak orang yang turun, proses pemulihan akan semakin cepat. Karena itu, dia mendorong penambahan personel TNI dan Polri di lokasi bencana.

"Saya dengar sudah hampir 1.000 personel yang di-BKO ke sana. Itu bagus. Tapi kalau bisa, TNI menambah 5.000 personel lagi, pemulihan akan jauh lebih cepat. Ditambah lagi dengan sekolah kedinasan," ucap Tito.

Tapi dia mengingatkan, mengirim orang saja tidak cukup. Peralatan pendukung yang memadai wajib disertakan.

"Lengkapi peralatan perorangannya. Pertama, sepatu boot karet. Lalu sekop dan cangkul. Alat dorong untuk tanah juga penting. Kemudian dump truck dan ekskavator – itu sangat membantu," paparnya.

Dan satu hal lagi yang sering terlupa: "Apalagi kalau ada semprotan air. Itu akan sangat meringankan pekerjaan mereka di lapangan."

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar