Sebuah pohon randu alas raksasa, yang selama puluhan tahun menjadi penanda jalan di Desa Tuksongo, akhirnya tumbang. Bukan karena angin kencang atau usia renta semata, tapi karena keputusan Pemerintah Kabupaten Magelang untuk memangkasnya. Aksi penebangan itu sendiri dilakukan pada Senin lalu.
Lewat unggahan di Instagram resminya, Disparpora Kabupaten Magelang menjelaskan alasan di balik keputusan yang pasti berat bagi warga itu. Mereka menyebut pohon ikonis berusia ratusan tahun itu ditebang demi penataan lingkungan. Tujuannya, untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Namun begitu, prosesnya tak dilakukan begitu saja. Ada semacam ritual penghormatan terakhir yang mendahului bunyi gergaji mesin.
Jelas sekali, ada nuansa khidmat dan hati-hati di sana. Mereka tak ingin dipandang gegabah.
Artikel Terkait
160 Warga Binaan di Makassar Terima Remisi Idul Fitri, Tiga Langsung Bebas
Mantan Suami WNA Jadi Tersangka Penemuan Jenazah Cucu Mpok Nori di Cipayung
KPK Alihkan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut ke Tahanan Rumah
Empat Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Ciantir Lebak, Selamat Berkat Evakuasi Cepat