Sebuah pohon randu alas raksasa, yang selama puluhan tahun menjadi penanda jalan di Desa Tuksongo, akhirnya tumbang. Bukan karena angin kencang atau usia renta semata, tapi karena keputusan Pemerintah Kabupaten Magelang untuk memangkasnya. Aksi penebangan itu sendiri dilakukan pada Senin lalu.
Lewat unggahan di Instagram resminya, Disparpora Kabupaten Magelang menjelaskan alasan di balik keputusan yang pasti berat bagi warga itu. Mereka menyebut pohon ikonis berusia ratusan tahun itu ditebang demi penataan lingkungan. Tujuannya, untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Namun begitu, prosesnya tak dilakukan begitu saja. Ada semacam ritual penghormatan terakhir yang mendahului bunyi gergaji mesin.
Jelas sekali, ada nuansa khidmat dan hati-hati di sana. Mereka tak ingin dipandang gegabah.
Artikel Terkait
Mendagri Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Pemulihan Tak Cukup dari Bantuan Sembako
MUI Balik Haluan, Dukung Langkah Prabowo di Dewan Perdamaian Gaza
Kemenhaj Perketat Pengawasan, Lindungi Jemaah Umrah dari Pelanggaran
Bachtiar Nasir Desak Diplomasi Indonesia di Board of Peace Tak Sekadar Stempel