Sementara beberapa provinsi di Sumatera bergulat dengan banjir, mulai dari Aceh hingga Sumatera Barat, kondisi di Sumatera Selatan justru terlihat berbeda. Gubernur Herman Deru menyebut situasi di wilayahnya relatif aman dari ancaman banjir besar. Ia mengungkapkan rasa syukur, tapi sekaligus mengingatkan agar kewaspadaan tidak boleh kendur.
“Alhamdulillah Sumsel terhindar dari bencana,” ujarnya.
“Tapi itu bukan alasan untuk lengah,” tambah Herman Deru usai menghadiri sebuah rapat koordinasi di Hotel Santika Premiere Bandara, Minggu lalu.
Menurutnya, kondisi stabil ini bukan datang tiba-tiba. Ini adalah buah dari serangkaian kerja keras. Normalisasi sungai, penataan daerah aliran sungai, hingga rehabilitasi kawasan rawan telah dilakukan bertahap. Ia yakin, dengan tata kelola yang baik, air hujan bisa dialirkan dengan optimal menuju laut.
“Kita yakin air dapat dikanalisasi dengan baik ke sungai hingga ke laut, asalkan tata kelolanya berjalan,” jelasnya.
Di sisi lain, kewaspadaan tetap dijaga ketat. Sejak pertengahan November, status siaga banjir sudah ditetapkan untuk kawasan sekitar Danau Ranau. Semua bupati dan wali kota diingatkan untuk waspada, terutama di spot-spot yang rawan limpasan atau longsor. Pengecekan lapangan juga terus digalakkan, mengingat prakiraan BMKG soal curah hujan yang masih tinggi.
Upaya mitigasi tak cuma fokus di darat. Di pesisir, rehabilitasi mangrove digenjot. Dari potensi luas lebih dari 200 ribu hektare, sekitar 43 ribu hektare sudah dipulihkan dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kabarnya, kinerja Sumsel dalam hal ini mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Kalau penilaian final nanti memuaskan, Sumsel bisa mendapatkan penghargaan nasional,” katanya dengan nada optimis.
Pada akhirnya, Herman Deru menekankan bahwa semua ini bukan hanya soal proyek infrastruktur. Lebih dari itu, ini soal komitmen kolektif untuk menjaga alam. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat turut serta. Melindungi hutan dan lingkungan, menurutnya, adalah kunci agar Sumsel tetap bisa bernapas lega di tengah ancaman bencana yang kian sering terjadi.
Artikel Terkait
Menkeu Yakin IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini Meski Sempat Ambruk Jadi yang Terburuk se-Asia
Bayi 5 Bulan Tewas dalam Kecelakaan di Manado, Pengemudi Ditetapkan Tersangka
Andi Taletting Langi Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua IKA Politik Unhas Periode 2026-2030
Dua Pelajar Tewas dalam Kecelakaan Maut di Perempatan Alun-Alun Purwodadi