Dominasi Gerindra di Kursi Strategis BUMN: Kroni atau Kebetulan?

- Selasa, 03 Februari 2026 | 18:00 WIB
Dominasi Gerindra di Kursi Strategis BUMN: Kroni atau Kebetulan?

Hampir Setengah Kursi Penting BUMN Dikuasai Orang Gerindra. Ada Apa?

Angkanya cukup mencolok: 48 persen posisi strategis di berbagai BUMN ternyata diduduki oleh orang-orang yang punya afiliasi dengan Partai Gerindra. Ini bukan data sembarangan, dan tentu saja menimbulkan banyak tanda tanya. Apalagi belakangan ini, beredar wacana soal kemungkinan direksi bank-bank BUMN bakal dirombak.

Nah, wacana itu sendiri menimbulkan kecurigaan. Jangan-jangan, ini cuma bagian dari skema penguatan jaringan kroni semata. Soalnya, pola serupa sudah terlihat di tempat lain. Beberapa waktu lalu, misalnya, ada yang bisa menduduki posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dan itu adalah keponakan dari Prabowo Subianto.

Menurut sejumlah pengamat, fenomena semacam inilah yang sering disebut "crony capitalism". Praktek dimana kekuasaan dan bisnis saling melindungi. Dan sejarah membuktikan, ekonomi sebuah negara bisa nyungsep karena hal-hal seperti ini.

Saat kepentingan politik mulai menyusup ke dalam kebijakan ekonomi dan bisnis, itu biasanya jadi awal petaka. Kenapa? Karena orientasinya bukan lagi pada rasionalitas atau apa yang terbaik untuk perekonomian nasional. Fokusnya bergeser: bagaimana caranya menguntungkan segelintir orang yang dekat dengan kekuasaan.

Yang paling mengkhawatirkan tentu saja jika isu perombakan direksi bank BUMN itu benar-benar terjadi, dan posisinya kemudian diberikan kepada kawan-kawan dari kalangan militer sang RI-1.

Kalau sudah begitu, tata kelola perbankan kita bisa bengkok. Padahal, sektor perbankan adalah urat nadi ekonomi Indonesia. Kekacauan di sektor ini berisiko memicu kolapsnya seluruh sendi perekonomian. Kita tidak boleh lupa, tragedi krisis moneter 1998 dulu juga berawal dari gagalnya sektor perbankan.

Memang, wacana pergantian direksi itu sudah dibantah oleh CEO Danareksa. Dia bilang tidak ada rencana seperti itu.

Selain itu, untuk jadi direksi bank BUMN pun syaratnya ketat. Harus lulus asesmen OJK dulu.

Tapi, di tengah situasi politik sekarang, pertanyaannya tetap menganga: kalau RI-1 sudah punya kemauan, siapa yang sanggup membendungnya?

(dari akun X @Strategi_Bisnis)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar