Lebih Dari Sekadar Hiasan: Makna Mendalam Merah dan Emas di Imlek
Setiap tahun, ketika Imlek tiba, suasana seketika berubah. Yang paling langsung terasa adalah ledakan warna. Kota-kota, pusat perbelanjaan, hingga lorong-lorong rumah dipenuhi dekorasi yang meriah. Tapi, pernahkah Anda bertanya-tanya, kenapa merah dan emas selalu menjadi warna utama? Rupanya, pilihan warna ini bukan tanpa alasan. Ada filosofi panjang yang mengiringinya, jauh melampaui sekadar keindahan visual.
Mari kita mulai dari warna yang paling menyolok: merah. Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, merah itu ada di mana-mana. Ia bukan sekadar warna dekorasi, tapi sebuah simbol yang hidup. Warna ini diyakini membawa energi keberuntungan, kebahagiaan, dan tentu saja, kemakmuran. Coba lihat sekeliling saat perayaan. Lampion, gulungan kaligrafi, hingga taplak meja semuanya berwarna merah menyala, menciptakan atmosfer hangat dan penuh semangat.
Namun begitu, tradisi paling ikonik yang melibatkan warna merah mungkin adalah pemberian angpao atau hongbao.
Amplop merah ini biasanya diisi sejumlah uang, diberikan oleh orang yang lebih tua kepada anak-anak dan mereka yang belum menikah. Ini lebih dari sekadar hadiah materi. Ini adalah perwujudan doa dan harapan baik untuk penerimanya.
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono Sowan ke MUI, Tabayyun Soal Kontroversi Mens Rea
Perjalanan Pagi Berujung Maut: Ibu Tewas, Dua Anak Selamat dalam Kecelakaan di Medan
Ulama dan Tokoh Nasional Tolak Mentah-Mentah Inisiatif Perdamaian Trump
Ramadan di Maskam UGM: 1.500 Porsi Mewah dan Ceramah Para Tokoh Nasional