Jetour T2 Hangus Terbakar di Jagorawi, Uji Nyali Mobil Premium Baru

- Selasa, 03 Februari 2026 | 15:25 WIB
Jetour T2 Hangus Terbakar di Jagorawi, Uji Nyali Mobil Premium Baru

Sebuah mobil baru meledak jadi bola api di Tol Jagorawi. Itulah pemandangan mengejutkan yang bikin banyak pengendara lain terperangah. Mobil itu adalah Jetour T2, SUV anyar yang sebenarnya punya misi besar: jadi ujung tombak ekspansi Chery Holding Group di Indonesia.

Dengan desain tangguh dan janji teknologi terbaru, SUV ini ditargetkan buat merebut pasar premium. Tapi, reputasi besarnya itu kini diuji satu insiden hebat.

Usai terlibat tabrakan dengan sebuah BMW, SUV itu nyaris hangus terbakar. Yang menarik, banyak orang langsung mengira ini mobil listrik. Padahal enggak. Versi yang dijual di sini pakai mesin bensin turbo biasa. Nah, ini justru bikin tanda tanya makin besar. Gimana bisa mobil bensin, apalagi dari pabrikan sekelas Chery, bisa terbakar sedahsyat itu cuma dalam hitungan menit?

Menurut sejumlah saksi, kejadiannya berawal dari tabrakan di sisi kiri. Jetour T2 kemudian menghantam pembatas jalan. Tak lama, kobaran api sudah terlihat menjalar dari bagian bawah mobil.

"Kami sedang melakukan investigasi teknis menyeluruh," jelas pihak Jetour Indonesia seperti dilaporkan satu media.

Mereka berusaha memastikan apakah api murni karena benturan keras, atau ada faktor teknis lain yang ikut bermain.

Padahal, kalau dilihat dari kertas spesifikasinya, T2 ini nampak tangguh. Dia dibangun di atas platform Kunlun yang diklaim untuk kendaraan berperforma. Mesin 1.5 liternya sanggup menghasilkan 181 tenaga kuda. Kabinnya luas, plus dilengkapi berbagai fitur keselamatan modern. Semua itu harusnya jadi modal kepercayaan.

Tapi nyatanya, satu benturan hebat sudah cukup untuk mengubahnya jadi onggokan besi berasap.

Lantas, apa penyebab pastinya? Para ahli keselamatan punya beberapa dugaan. Benturan sekeras itu bisa saja membuat tangki atau selang bahan bakar bocor. Atau, bisa juga memicu korsleting di bagian kelistrikan yang kemudian memercikkan api ke area mesin. Ketika uap bensin, panas, dan percikan api bertemu, ledakan dan kobaran besar adalah konsekuensi yang sangat mungkin terjadi dan cepat sekali prosesnya.

Kasus ini menunjukkan betapa sistem bahan bakar kendaraan modern, meski canggih, tetap punya titik kritis saat menghadapi tekanan ekstrem.

Di satu sisi, Jetour berjanji akan mengumumkan hasil penyelidikannya. Di sisi lain, publik masih terus bergumam. Gimana sih, mobil baru yang mengusung nama besar dan teknologi kekinian malah berakhir jadi tumpukan arang di jalan tol?

Pertanyaan itu sekarang menggantung. Dan jawabannya jadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi Jetour.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar