Mulai besok, Rabu 1 April 2026, para ASN di lingkungan Pemkab Gresik punya jadwal baru. Mereka resmi bisa kerja dari rumah setiap hari Rabu. Kebijakan WFH ini bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah bilang, ini salah satu cara untuk menghemat energi.
Namun begitu, jangan bayangkan semua kantor bakal sepi. Ada sembilan organisasi perangkat daerah atau OPD yang nggak ikutan aturan ini. Mereka tetap harus masuk seperti biasa. Kenapa? Karena layanan mereka langsung bersinggungan dengan urusan publik.
Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro Utomo, yang menjelaskan soal pengecualian ini.
"Di sembilan OPD itu tidak mungkin WFH, kalau pun bisa paling satu dua pegawai. Nanti khusus sembilan OPD, misal ada pegawai yang mau WFH harus izin kami," katanya.
OPD yang dimaksud mencakup dinas-dinas vital. Sebut saja Dinas Perhubungan, Pendidikan, Sosial, dan Kesehatan beserta seluruh rumah sakit dan puskesmas di bawahnya. Lalu ada juga Satpol PP, Pemadam Kebakaran, BPBD, Kesbangpol, dan Mal Pelayanan Publik. Intinya, tempat-tempat yang pelayanannya harus tetap berjalan di hari Rabu.
Nah, untuk OPD lain di luar daftar tadi, ASN-nya boleh benar-benar kerja dari rumah. Tapi jangan salah, pengawasan tetap jalan. Agung menegaskan, peran pimpinan di tiap dinas jadi kunci.
"Jadi ada peran kepala dinas untuk mendukung program efisiensi energi ini. Siang atau setiap waktu, kepala dinas perlu absen mandiri untuk memantau pegawainya agar tetap di rumah," jelasnya.
Jadi, meski dari rumah, diharapkan produktivitas tetap terjaga. Aturan ini sepertinya jadi percobaan menarik. Di satu sisi ingin efisiensi, di sisi lain harus memastikan roda pemerintahan, terutama pelayanan, tidak terganggu. Kita lihat saja nanti hasilnya.
Artikel Terkait
Donnarumma Bantah Isu Tuntutan Bonus Pemain Timnas Italia di Tengah Gagal Lolos Piala Dunia 2026
Polisi Amankan 15 Pemuda dan Sita Celurit dalam Patroli Antitawuran di Jakarta Timur
Timnas FA7 Indonesia Tembus Semifinal Piala Dunia 2026, Tantangan Brasil Menanti
Karyawan Warung Sate di Setiabudi Curi Motor Rekan Kerja, Diduga Hasilnya untuk Beli Narkoba