Epstein Files Bocor Lagi: Ada Nama Indonesia, Tapi Bukan Tersangka

- Selasa, 03 Februari 2026 | 14:20 WIB
Epstein Files Bocor Lagi: Ada Nama Indonesia, Tapi Bukan Tersangka

Memang, banyak nama mentereng yang tercantum. Dari politisi, miliarder, sampai tokoh teknologi dunia. Tapi perlu dicatat: tidak satu pun dari mereka yang secara resmi didakwa terkait kejahatan seksual Epstein. Sebagian besar hubungan mereka tercatat hanya sebagai hubungan sosial atau komunikasi biasa.

Beberapa nama yang mencuat antara lain Elon Musk, Bill Clinton, Donald Trump, Larry Summers, Steve Bannon, Sergey Brin, dan Ehud Barak.

Lalu, Bagaimana dengan Indonesia?

Nah, ini yang menarik. Dalam penelusuran di laman resmi DOJ AS, ternyata ada juga nama tokoh Indonesia yang muncul di Epstein Files.

Hary Tanoesoedibjo dan Eka Tjipta Widjaja namanya tercatat. Namun, sama sekali tidak ada kaitannya dengan kejahatan Epstein. Keduanya disebut dalam konteks urusan bisnis properti yang melibatkan Donald Trump.

Hary, misalnya, diketahui bekerja sama dengan Trump untuk proyek Trump Residences Indonesia sejak 2015. Dia juga pernah memperkenalkan Trump ke seseorang yang disebut sebagai "orang CIA Indonesia" meski siapa orangnya tidak pernah dijelaskan lebih lanjut.

Sementara nama Eka Tjipta Widjaja muncul karena pembelian properti Trump di Beverly Hills lewat sebuah entitas Swiss di tahun 2009.

Nama Sri Mulyani dan Jokowi Juga Ada

Tak cuma mereka. Nama Presiden Joko Widodo dan Mantan Menkeu Sri Mulyani Indrawati juga tercantum. Lagi-lagi, hanya sebagai referensi pemberitaan media, bukan karena punya hubungan langsung dengan Epstein atau kasusnya.

Hal serupa terjadi pada nama Presiden Soeharto. Namanya muncul karena ada usulan untuk menulis buku tentang dirinya yang disampaikan kepada Epstein.

Jadi, meski Epstein Files memuat banyak nama besar dari berbagai penjuru dunia, belum ada bukti hukum yang mengaitkan tokoh Indonesia dengan jaringan kejahatan seksual Epstein. Dokumen ini lebih banyak mencatat jejak bisnis, hubungan sosial, atau sekadar kliping berita.

Namun begitu, kebocoran ini seperti pengingat yang suram. Ia membuka kembali tabir tentang jaringan gelap antara kekuasaan, uang, dan kejahatan yang selama ini bersembunyi di balik nama-nama besar dan status elite global. Ceritanya mungkin belum selesai.


Halaman:

Komentar