Proyeksi IHSG Hari Ini: Analisis Teknikal dan Dampak Kebijakan MSCI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mengalami tekanan dan berpotensi menguji level psikologis 8.000 pada perdagangan Selasa, 28 Oktober 2025. Proyeksi ini muncul setelah IHSG ditutup melemah 185,65 poin atau 2,24 persen ke level 8.086,07 pada perdagangan Senin sebelumnya.
Analisis Teknikal IHSG
Menurut analis Phintraco Sekuritas, sinyal teknikal IHSG menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Indeks tercatat breaklow di bawah MA20 pada level 8.117 dengan volume transaksi yang meningkat. Indikator Stochastic RSI juga mengalami death cross di area pivot, sementara MACD membentuk penyempitan negative slope. Kombinasi sinyal ini mengindikasikan potensi pengujian terhadap support kunci di level 8.000.
Faktor Eksternal: Perubahan Metodologi MSCI
Proyeksi melemahnya IHSG juga dipengaruhi oleh rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menyesuaikan metodologi perhitungan free float khusus untuk saham-saham Indonesia. Masa masukan untuk penyesuaian ini dibuka hingga 31 Desember 2025, dengan pengumuman hasil paling lambat 30 Januari 2026.
Jika disetujui, perubahan ini akan diterapkan pada review Mei 2026. MSCI juga akan menerapkan aturan pembulatan baru yang berbeda berdasarkan besarnya free float. Kebijakan ini diperkirakan akan mempengaruhi bobot saham Indonesia dalam indeks Emerging Markets MSCI, menciptakan ketidakpastian di pasar.
Faktor Internal yang Diperhatikan Investor
Di dalam negeri, pasar sedang menanti realisasi laporan keuangan emiten untuk kuartal III 2025. Selain itu, optimisme terhadap membaiknya perekonomian domestik pada kuartal IV 2025 juga menjadi fokus perhatian investor.
Rekomendasi Saham dari Analis
Berikut adalah rekomendasi saham dari para analis untuk perdagangan hari ini:
- Rekomendasi Phintraco Sekuritas: ADMR, BBYB, MAPA, ARTO, dan GGRM.
- Rekomendasi MNC Sekuritas: ASSA, GOTO, HRUM, dan TBLA.
Proyeksi Alternatif: Potensi Penguatan IHSG
Berbeda dengan Phintraco, MNC Sekuritas justru memprediksi IHSG berpeluang menguat pada kisaran level 8.150-8.268. Analis MNC berpendapat bahwa IHSG mungkin telah berada di akhir fase koreksi dan berpotensi untuk melanjutkan penguatan, dengan area resistance terdekat berada di level yang disebutkan.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020