Arteta Puas, Chelsea Lolos ke Perempat Final Liga Champions

- Rabu, 18 Maret 2026 | 07:00 WIB
Arteta Puas, Chelsea Lolos ke Perempat Final Liga Champions
Hasil Liga Champions: Reaksi Pelatih

Kemenangan Chelsea dan Akhir Perjalanan Leverkusen

Usai pertandingan yang berakhir dengan kemenangan bagi The Blues, Arteta berbicara pada TNT Sports. Rasa bangganya jelas terpancar. "Tim ini luar biasa hari ini," ujarnya dengan semangat.

Ia memuji awal pertandingan yang ditunjukkan anak asuhnya. Dominasi terlihat sejak menit pertama, dengan peluang-peluang besar yang tercipta. Menurutnya, standar yang mereka tetapkan malam itu sangat tinggi.

"Saya pikir kiper menyelamatkan mereka di babak pertama. Kami menampilkan performa yang luar biasa sebagai tim dan juga secara individu, para pemain meningkatkan diri ke standar tertinggi mereka musim ini."

Ya, Arteta mengakui bahwa Leverkusen juga tampil bagus. Tapi, tekanan dari Chelsea terlalu kuat. Performa kiper tamulah yang mencegah skor menjadi lebih telak sebelum jeda.

Di sisi lain, di ruang ganti tim tamu, nuansanya tentu berbeda. Kasper Hjulmand, pelatih Bayer Leverkusen, harus mengakui timnya tidak tampil maksimal. Ia berbicara jujur kepada media UEFA.

"Di babak pertama, kami membuat terlalu banyak kesalahan dalam situasi membangun serangan. Arsenal memberi banyak tekanan pada kami, tetapi kami tidak kebobolan banyak peluang besar, hanya beberapa bola mati, dan kemudian [Eberechi] Eze mencetak gol fantastis ini."

Meski perjalanan di Liga Champions harus berakhir di babak 16 besar, Hjulmand tidak kehilangan kebanggaan. Ia tiba di klub itu hanya pada bulan September, dengan skuad yang diisi 14 pemain baru. Awalnya memang sulit, tapi kemudian mereka menunjukkan perkembangan.

"Kami mengalami awal yang agak sulit dan kemudian kami melakukan beberapa hal yang sangat baik," kenangnya. Ia menyebut kemenangan-kemenangan penting di kandang lawan, seperti saat melawan Benfica dan Manchester City, sebagai bukti kemajuan tim.

"Saya rasa kita bisa bangga dengan pencapaian kita di musim persiapan seperti ini. Kita juga melihat ada perbedaan antara kita dan tim-tim terbaik di Eropa dan kita mengincar hal itu, sehingga kita bisa kembali ke turnamen yang indah ini dan mencoba untuk bersaing lagi. Itulah fokus kita."

Jadi, malam itu menyisakan dua perasaan. Kebahagiaan dan kepuasan bagi satu kubu, serta sebuah akhir yang dibalut rasa bangga dan tekad untuk kembali lebih kuat bagi kubu lainnya. Kompetisi memang selalu begitu.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar