Prabowo Panggil Rosan ke Kertanegara, Bahas Danantara dan Sektor Pariwisata sebagai Motor Ekonomi Baru

- Minggu, 21 Juni 2026 | 22:40 WIB
Prabowo Panggil Rosan ke Kertanegara, Bahas Danantara dan Sektor Pariwisata sebagai Motor Ekonomi Baru

Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, ke kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu, 21 Juni 2026. Pertemuan itu membahas peluang pengembangan Danantara, termasuk penguatan sektor pariwisata sebagai motor baru untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Momen pertemuan tersebut diunggah melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet. Dalam foto yang beredar, tampak Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut hadir mendampingi Presiden dalam rapat yang berlangsung tertutup itu.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan tersebut difokuskan pada percepatan transformasi badan usaha milik negara (BUMN) serta penguatan sektor-sektor baru yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia, sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang perlu diperkuat secara serius.

“Peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong oleh Danantara, termasuk penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event olahraga, konser musik, hingga industri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional,” ujar Teddy dalam keterangannya.

Di sisi lain, rapat juga membahas konsolidasi entitas BUMN yang hingga saat ini terus berjalan. Teddy mengungkapkan bahwa dari total sekitar 1.077 entitas BUMN yang ada, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. Langkah ini diambil dalam rangka meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara.

“Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,” pungkas Teddy.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar