Kadin dan Pemerintah Sepakat Genjot Industri Galangan Kapal Nasional

- Rabu, 11 Februari 2026 | 00:35 WIB
Kadin dan Pemerintah Sepakat Genjot Industri Galangan Kapal Nasional

Industri galangan kapal global selama ini didominasi oleh raksasa seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Tapi jangan salah, Indonesia kini bersiap untuk ambil bagian. Pemerintah, bersama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), sedang serius menggenjot kebangkitan industri galangan kapal dan pelayaran nasional. Targetnya jelas: menantang dominasi yang sudah berlangsung lama itu.

Dalam acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayanan Indonesia di Jakarta, Selasa (10/2/2026), Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie mengakui tantangan yang dihadapi. China, misalnya, terkenal dengan produksi kapal murah dan pengerjaan super cepat. Itu jadi pembahasan utama.

“Sudah didiskusikan panjang lebar bagaimana untuk meningkatkan daya saing kita bertahap, seperti yang kita lihat bagaimana tentunya Jepang, Korea, China membuat suatu industri yang kuat, dan tentu dibutuhkan keberpihakan,” ujar Anindya.

Namun begitu, dia melihat sinyal positif. Keberpihakan pemerintah terhadap industri dalam negeri mulai terlihat nyata. Dari Kementerian Keuangan, komitmen itu diwujudkan melalui dukungan kebijakan fiskal. Sementara itu, Kementerian Perindustrian disebut sedang menyiapkan peta jalan atau roadmap pengembangan, tentu saja bersama para pelaku usaha.

“Tadi terlihat dari Menteri Keuangan yang ingin sekali berpihak kebijakan-kebijakannya, dan juga dari Kementerian Perindustrian untuk membuat roadmap bersama industri,” kata Anindya menambahkan.

Kadin sendiri tak cuma menunggu. Mereka siap turun tangan langsung. Anindya menyebut, Kadin telah mengusulkan untuk bisa bergabung dalam satuan tugas (satgas) pemerintah. Tujuannya sederhana: membantu mengurai simpul-simpul masalah yang kerap menghambat pengusaha di lapangan.

“Apabila Kadin diperbolehkan menjadi bagian dari Satgas, jadi bisa ikut membantu untuk bottlenecking di dalam dunia usaha. Karena pada esensinya pengusaha kan pasti ingin maju, ingin berkembang memberikan pekerjaan,” lanjutnya.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar