Menko AHY Tinjau Rusun UNSRI, Pastikan Kualitas Hunian untuk Mahasiswa

- Rabu, 11 Februari 2026 | 01:15 WIB
Menko AHY Tinjau Rusun UNSRI, Pastikan Kualitas Hunian untuk Mahasiswa

MURIANETWORK.COM - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan peninjauan langsung ke Rumah Susun (Rusun) Universitas Sriwijaya (UNSRI) di Palembang pada Selasa (10/2/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kualitas hunian serta kelengkapan infrastruktur penunjang bagi mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari luar daerah dan luar negeri.

Tinjauan Langsung dan Apresiasi Fasilitas

Dalam kunjungannya, Menko AHY menyempatkan diri untuk melihat secara detail kondisi fasilitas yang tersedia. Ia tampak memeriksa berbagai aspek, mulai dari ruang tidur hingga area belajar bersama.

“Kita saat ini berada di rumah susun yang dibangun untuk hunian mahasiswa UNSRI, khususnya bagi mahasiswa yang berasal dari luar Kota Palembang maupun dari luar negeri,” ujar Menko AHY.

Ia mengungkapkan kepuasannya dengan kondisi yang ditemui. Menurutnya, penyediaan hunian yang layak merupakan pondasi penting untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif dan mendukung konsentrasi akademik mahasiswa.

“Tadi saya lihat kondisinya sangat baik dan nyaman untuk mahasiswa. Mulai dari tempat tidur, ruang belajar, kamar mandi dan sanitasi, hingga sirkulasi udara yang cukup,” tuturnya.

Spesifikasi dan Konsep Green Campus

Rumah Susun UNSRI yang berlokasi di Jalan Masjid Al Ghazali, Kelurahan Bukit Lama ini, memiliki desain yang cukup komprehensif. Bangunan tiga lantai itu menampung 43 unit hunian bertipe Wiyata 24, dengan total luas bangunan mencapai 2.146,80 meter persegi di atas lahan yang lebih luas lagi.

Lebih dari sekadar tempat tinggal, rusun ini dirancang dengan menerapkan prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH). Konsep ini mencakup efisiensi energi dan air, pengelolaan limbah, serta penggunaan material ramah lingkungan. Kawasan sekitarnya juga dilengkapi ruang terbuka hijau, area duduk, dan fasilitas pendukung seperti kantin, menciptakan lingkungan kampus yang asri dan terintegrasi.

Pentingnya Integrasi Infrastruktur Pendidikan

Dalam kapasitasnya sebagai menteri koordinator, AHY menekankan bahwa pembangunan fasilitas seperti ini tidak boleh berdiri sendiri. Ia melihat hunian mahasiswa sebagai bagian integral dari ekosistem pendidikan tinggi yang utuh, yang turut mendukung aktivitas tri dharma perguruan tinggi.

“Saya mengoordinasikan tugas dan fungsi kementerian terkait perumahan dan kawasan permukiman, agar pembangunan rumah susun terintegrasi dengan infrastruktur pendukungnya,” jelasnya.

Harapannya, kelengkapan fasilitas yang memadai dapat menjadi standar di berbagai kampus di Indonesia untuk mendukung lahirnya generasi penerus yang unggul.

“Kita berharap kampus-kampus di Indonesia, termasuk UNSRI, terus dilengkapi fasilitas yang memadai, bukan hanya untuk pengajaran, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Penutup dan Harapan ke Depan

Menutup kunjungannya, AHY menyampaikan apresiasi kepada pihak Universitas Sriwijaya atas pengelolaan asrama yang telah berjalan. Pesannya jelas: keberlanjutan pengelolaan adalah kunci agar manfaat fasilitas ini dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Saya mengucapkan selamat kepada Pak Rektor. Rumah susun ini agar terus dikelola dengan baik, tetap bersih dan nyaman, sehingga mendukung lahirnya generasi penerus bangsa yang berkualitas,” pungkas AHY.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar