Lapangan Stadion AFAS di Alkmaar malam itu dingin, tapi pertandingan justru memanas di sepuluh menit akhir. Excelsior, si tim tamu yang dijuluki The Kralingers, nyaris pulang dengan kekalahan. Namun, seorang pemain baru mereka, Miliano Jonathans, mengubah cerita hanya dalam hitungan menit.
AZ Alkmaar sempat unggul lebih dulu. Troy Parrott sukses merobek gawang Excelsior di menit ke-65. Gol itu seperti pukulan telak, membuat peluang Excelsior untuk meraih poin tampak sirna. Mereka tertekan dan kesulitan menciptakan peluang berarti.
Melihat situasi itu, pelatih Ruben den Uil ambil langkah berani. Di menit ke-79, dia memasukkan Miliano Jonathans, winger Timnas Indonesia yang masih baru. Langkah ini dianggap sebagai kartu as terakhir.
Dan siapa sangka, keputusannya langsung membuahkan keajaiban.
Cuma butuh dua menit baginya untuk membuat stadion terdiam. Memanfaatkan umpan matang dari Mike van Duinen, Miliano menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-81. Gol itu adalah gol debutnya untuk Excelsior, sekaligus penyelamat bagi timnya di laga tandang yang sulit ini.
“Saya sangat senang bisa membantu tim,” ujar Miliano usai laga.
“Ini momen yang spesial. Saya cuma fikir untuk masuk dan memberikan yang terbaik, dan syukur bisa cetak gol.”
Di usianya yang ke-21, penampilan singkatnya itu cukup meyakinkan. Efektif dan tajam. Mantan pemain Vitesse Arnhem ini seolah memberi pesan: dia siap bersaing di Eredivisie.
Hasil imbang 1-1 ini, meski heroik, tak banyak mengubah posisi Excelsior di klasemen. Mereka masih bertengger di peringkat 14 dengan 21 poin dari 19 laga. Tapi poin satu itu terasa sangat berharga, mengingat diraih di markas lawan yang tangguh.
Laga selanjutnya tak akan lebih mudah. Minggu depan, Excelsior harus bertandang ke markas FC Twente di Stadion Grolsch Veste, Enschede. Tantangan yang lebih berat menanti.
Miliano sendiri adalah wajah baru di skuad. Dia baru direkrut Excelsior pada bursa transfer Januari 2026 ini, dipinjam dari FC Utrecht hingga akhir musim. Gol debutnya yang cepat ini jelas membuka peluang. Bukan tidak mungkin dia akan mendapat porsi bermain lebih banyak ke depan, memperkuat lini serang The Kralingers untuk sisa kompetisi.
Satu hal yang pasti: malam di Alkmaar itu akan diingat sebagai momen pertama Miliano Jonathans berseru di Liga Belanda.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares