Kejadian itu bermula dari sebuah penolakan. Seorang pedagang kaki lima di sekitar Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur, tak mau mengeluarkan uang Rp 200 ribu yang diminta dua orang preman. Alhasil, penolakan itu berujung ricuh dan pengeroyokan yang kemudian beredar luas di media sosial.
Video yang viral itu memang memicu geram. Terlihat seorang pria, sang pedagang, disundul hingga hidungnya berdarah. Ada juga ancaman senjata tajam. Suara teriakan, "Apa, lu mau nantangin?" menggambarkan situasi yang mencekam saat itu.
Setelah penyelidikan, polisi akhirnya menangkap dua tersangka. Mereka adalah SH (52) dan SA (36).
Kapolres Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menjelaskan peran masing-masing pelaku melalui unggahan di Instagram-nya, Kamis (1/1/2026).
"Pelaku berinisial SH, warga Kecamatan Duren Sawit, berperan meminta uang kebersihan kepada korban dengan disertai ancaman senjata tajam jenis pisau bersama rekannya," jelas Alfian.
Sementara itu, SA yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang parkir, tak kalah brutal.
Artikel Terkait
Survei: Program Pemerintah Dinilai Tepat Sasaran, Kepuasan Mudik Lebaran 2026 Melonjak
Serangan Udara di Basra Tewaskan Tiga Warga Sipil
Polisi Amankan Pria dan Sita Obat Keras dari Toko Obat di Penjaringan
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Diklaim Minta Rp20 Miliar untuk Restorative Justice