Menjelang Ramadan, suasana di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, berubah total. Tempat yang biasanya sepi itu kini ramai oleh para peziarah. Ya, tradisi berziarah kubur sebelum bulan suci memang masih sangat kental di masyarakat kita.
Pada Selasa siang itu, sekitar pukul dua, peziarah masih terus mengalir masuk. Mereka berjalan di antara nisan-nisan, berhenti, lalu melantunkan doa dengan khusyuk. Suasana hening, tapi terasa penuh makna.
Lalu lintas di sekitarnya pun ikut ramai. Parkiran dalam sudah tak mampu menampung, sehingga beberapa mobil terpaksa diparkir di bahu jalan. Yang menarik, kemeriahan ini juga dimanfaatkan oleh para pedagang. Area sekitar gerbang makam dipenuhi lapak-lapak bunga segar, menambah warna dan hiruk-pikuk tersendiri.
Di antara kerumunan, ada Akwan (34) yang datang bersama istri dan anaknya. Wajahnya tenang meski gerimis mulai turun.
"Habis dari makam orang tua, ya. Doain tadi, mau masuk bulan puasa juga kan,"
ujarnya. Rupanya, momen menjelang Ramadan ini jadi alasan kuatnya untuk menyempatkan diri.
"Nggak masalah ya (gerimis), jarang-jarang juga ke sini soalnya,"
tambahnya sambil tersenyum. Bagi dia dan keluarga, rintik hujan sama sekali bukan halangan. Justru, ini adalah bagian dari ritual yang penuh ketulusan.
Artikel Terkait
Sidang Isbat Ramadan Dipindah ke Hotel Borobudur karena Pembangunan Jalan Thamrin
BMKG Ingatkan Nelayan Kepri Waspada Gelombang Tinggi Saat Gerhana Matahari Cincin
SMPN 26 Takengon Bersih dari Lumpur, Siap Kembali Gelar Pembelajaran
Proyek Wisata Setu Babakan Rusak Jalan Utama, Pedagang Keluhkan Sepi Pengunjung