Luthfi tak cuma memberi perintah dari balik meja. Ia datang sendiri ke lokasi tanggul yang jebol itu, menyaksikan langsung kerusakan yang memutus jalan utama. Baginya, akses itu bukan sekadar aspal. Jalan tersebut adalah urat nadi bagi warga sekitar, terutama sebagai jalur distribusi logistik dan yang tak kalah penting jalur mudik Lebaran yang akan segera tiba. Itu sebabnya, ia mendesak agar jalan bisa segera beroperasi kembali.
"Yang penting jalan ini bisa dipakai dulu karena ini jalur utama mudik,"
tegasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, penanganan masalah ini harus dilakukan dalam dua tahap. Untuk solusi cepat, Dinas PUPR Jawa Tengah akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna menutup bagian tanggul yang jebol. Mereka juga akan memasang jembatan armco sebagai penghubung sementara. Rencananya, penutupan darurat ini bakal dikerjakan dalam tiga hari ke depan. Sementara penguatan struktur tanggulnya sendiri akan berlanjut sampai sekitar seminggu berikutnya.
Nah, untuk jangka panjang, Luthfi punya rencana lain. Ia berencana mengajukan permohonan normalisasi Sungai Tuntang ke Kementerian PUPR. Langkah ini mirip dengan yang pernah dilakukan untuk Sungai Wulan. Bahkan, dalam kunjungannya itu, ia sempat menelepon langsung sang Menteri PUPR untuk meminta prosesnya dipercepat.
"Sedimennya yang sangat tinggi, saya akan mengusulkan ke kementerian, karena itu kewenangan BBWS, minimal dinormalisasi,"
Artikel Terkait
Korlantas Polri Genjot Penegakan Hukum Digital untuk Atasi Over Dimension dan Overload
Jerman Minta Tiongkok Gunakan Pengaruh di Iran untuk Perundingan dengan AS
Wisatawan Belgia Dideportasi dari Bali Usai Lompat Tebing dengan Motor dan Kabur dari Ganti Rugi
Wakil Ketua MPR: Pasar Minyak Dunia Jadi Sellers Market, Indonesia Perkuat Diplomasi Energi