Anggota DPR RI Komisi XI, Didik Haryadi, mengajak seluruh diaspora asal Boyolali yang tersebar di berbagai penjuru dunia untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Menurut politikus PDI Perjuangan itu, penguatan sinergi antarkomunitas menjadi kunci utama dalam membangun jaringan kerja sama yang kokoh dan saling menguntungkan.
“Semangat kolaborasi inilah yang nantinya akan menjadi motor penggerak dalam mendukung kemajuan para alumni, daerah asal Boyolali, serta bangsa dan negara,” ujarnya dalam acara Pengukuhan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Boyolali (IKA-Boy) di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Didik yang juga menjabat sebagai Ketua Umum IKA-Boy periode 2025–2029 menegaskan arah baru organisasi yang dipimpinnya. Ia menyebutkan bahwa sasaran strategis ke depan adalah mempersatukan seluruh konstituen alumni Boyolali dari berbagai latar belakang wilayah dan profesi.
“Visi utama IKA-Boy adalah menjadi organisasi induk atau holding organization. Melalui konsep ini, organisasi diharapkan mampu menjalankan fungsi sinergi antaranak bangsa, khususnya sesama alumni, secara lebih terstruktur dan berdampak luas,” jelasnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Didik berencana membentuk jaringan cabang di berbagai kota di dalam negeri hingga ke luar negeri. Selain perluasan wilayah geografis, strategi pengembangan juga menyasar sektor profesional dan historis. Ia akan memfasilitasi pembentukan chapter alumni di berbagai perusahaan, serta pembentukan chapter berdasarkan almamater atau lulusan sekolah masing-masing.
“Saya mengajak seluruh kaum urban dan perantau asal Boyolali untuk merapatkan barisan,” ucapnya. Ia mengimbau para alumni yang berada di Jakarta, kota-kota lain di Indonesia, hingga yang bermukim di luar negeri untuk segera bergabung dan berkontribusi bersama.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina IKA-Boy, Susilo Siswoutomo, menyebut adanya potensi besar yang dimiliki alumni Boyolali sebagai silent power. Menurutnya, wadah ini mampu menyatukan para pejabat negara, pelaku publik, eksekutif profesional, dan pengusaha untuk mendukung pembangunan daerah. Salah satu rencana konkret yang disampaikan adalah pendirian Boyolali Community Center di Jakarta dan Boyolali Activity Center di Boyolali.
Acara pengukuhan tersebut dihadiri sekitar 100 peserta, termasuk jajaran Dewan Pembina dan Dewan Pengawas. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan ceramah wawasan organisasi yang disampaikan oleh Prof. Komarudin Hidayat.
Artikel Terkait
Polda Metro Buka Posko Pengaduan Korban Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
Laporan AS-Israel soal Rencana Pascaperang di Iran Picu Kontroversi: Nama Ahmadinejad Kembali Mencuat
PDIP Bentuk Tim Evaluasi UU Pemilu untuk Persiapan Menuju 2029
Untuk pertama kalinya sejak 1957, India tanpa satu pun negara bagian yang diperintah partai komunis