Epstein Files Bocor Lagi: Ada Nama Indonesia, Tapi Bukan Tersangka

- Selasa, 03 Februari 2026 | 14:20 WIB
Epstein Files Bocor Lagi: Ada Nama Indonesia, Tapi Bukan Tersangka

Dunia lagi-lagi digegerkan oleh apa yang disebut Epstein Files. Ribuan halaman dokumen yang terkait dengan kasus perdagangan seks Jeffrey Epstein tiba-tiba membanjiri percakapan di media sosial. Di tengah hiruk-pikuk itu, satu pertanyaan mengemuka: adakah nama Indonesia yang terselip di dalam tumpukan berkas kontroversial itu?

Sebenarnya, apa sih Epstein Files itu? Intinya, ini adalah kumpulan arsip investigasi dari dua kasus besar yang melibatkan Jeffrey Epstein, miliarder Amerika yang punya jaringan luas, dan Ghislaine Maxwell, rekan dekatnya. Maxwell sekarang harus menghabiskan waktu 20 tahun di balik jeruji. Sementara Epstein sendiri ditemukan tewas di sel tahanannya pada Agustus 2019 sebuah kematian yang masih menyisakan misteri hingga hari ini.

Dokumen Lama, Dampaknya Masih Segar

Isi berkas-berkas ini campur aduk. Ada catatan penerbangan pribadi, surel, agenda, foto, sampai laporan penyelidik. Meski sebenarnya bukan barang baru, gemanya kembali terasa setelah beberapa dokumen terbaru dibuka untuk publik.

Ambil contoh di November 2025 lalu. Tiga email dari harta warisan Epstein bikin heboh karena dianggap mengindikasikan bahwa Presiden AS Donald Trump tahu soal bisnis kotor Epstein. Trump, seperti biasa, membantah keras. Tekanan dari masyarakat pun makin kencang, mendesak agar semua arsip dibuka.

Desakan itu akhirnya berbuah. 18 November, DPR AS nyaris sepakat bulat meloloskan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein. Cuma sehari setelahnya, Trump menandatanganinya menjadi undang-undang.

Gelombang Rilis Besar-besaran

Konsekuensinya langsung terasa. Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada 19 Desember 2025 melepas ratusan ribu dokumen ke publik. Foto-foto sejumlah tokoh ternama pun muncul: mantan Presiden Bill Clinton, Donald Trump, dan sederet selebritas kelas dunia.

Kebanyakan foto itu disita FBI dari properti Epstein di New York dan Kepulauan Virgin AS. Wajah-wajah seperti Mick Jagger, Michael Jackson, Diana Ross, Kevin Spacey, Richard Branson, Chris Tucker, sampai Pangeran Andrew dari Inggris ada di sana. Tapi, DOJ sendiri tidak memberi konteks apa-apa soal foto-foto itu. Mereka hanya merilis, titik.

Suara-suara yang Terdengar Kembali

Di balik semua dokumen, ada kisah pilu yang kembali terungkap. Para korban, sekali lagi, harus menghadapi luka lama mereka. Virginia Giuffre, salah satu penuduh paling vokal yang meninggal April lalu di usia 41, pernah menuduh Pangeran Andrew melecehkannya saat ia masih di bawah umur.

Dokumen persidangan juga memuat kesaksian korban lain. Mereka bercerita tentang dibayar untuk melakukan tindakan seksual. Usia mereka saat itu ada yang masih 14 tahun. Sungguh memilukan.

Deretan Nama Besar yang Muncul


Halaman:

Komentar