Namun begitu, semangat untuk hidup tetap menyala. Seperti yang diungkapkan Andriy Ziganshin, salah seorang warga.
Ia mencoba menikmati musim dingin meskipun ada serangan dan kekurangan energi.
Bagi banyak orang, acara spontan di atas sungai beku ini lebih dari sekadar rekreasi. Ini adalah bentuk ketangguhan, sebuah jeda yang menyenangkan di tengah kerasnya kenyataan perang. Di sisi lain, ini juga pengingat bahwa di balik berita-berita serangan, ada manusia yang berusaha menemukan secercah cahaya atau dalam hal ini, es di kegelapan musim dingin mereka.
Artikel Terkait
Dua Mahkota Longsor di Gunung Burangrang Picu Bencana Dahsyat
Unit Pencegahan Gaza Gempur Geng Kolaborator, Sita Senjata Zionis
Said Didu Ungkap Isi 4 Jam Dialog Rahasia dengan Prabowo
Kuasa Hukum Beberkan Alasan Kliennya Ditahan dalam Kasus Penganiayaan di Acara Maulid Tangerang