tegasnya tanpa mau merinci lebih jauh bukti apa yang dimaksud.
Prabowo tampak geram dengan aksi yang berujung ricuh. Bakar-bakaran, lempar molotov itu bukan demo, itu kejahatan. Menurutnya, yang dicari sebagian penggerak bukanlah menyampaikan pendapat, melainkan justru menciptakan kerusuhan.
“Sedikit-sedikit mau demo. Demo boleh, tapi dia tidak berharap demo, dia berharap kerusuhan. Dan kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara,”
pungkasnya.
Pernyataan ini jelas menarik perhatian. Di satu sisi, ia mengajak berkompetisi sehat lima tahun lagi. Di sisi lain, ia menyoroti kekacauan yang ia anggap tak murni dari dalam negeri. Sebuah pesan politik yang disampaikan dengan nada keras, khas gaya Prabowo.
Artikel Terkait
Mentan Amran Rayakan Idulfitri dan Dengarkan Aspirasi Warga di Kampung Halaman Bone
Menag Ajak Umat Islam Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial di Idulfitri
Khatib di Makassar Ingatkan Jemaah Idul Fitri untuk Berbakti kepada Orang Tua
Bournemouth Tahan Imbang Manchester United 2-2 dalam Drama Gol Bunuh Diri dan Kartu Merah