Di tengah situasi pelik ini, skema tunjangan dianggap sebagai solusi. Baru dua malam lalu, Dirjen GTK menjanjikan akan menjamin kesejahteraan 237 ribu guru honorer yang masih tersisa.
Tapi, videonya yang tayang di Metro TV tiba-tiba hilang. Dicabut.
Nasib serupa tidak jelas juga menimpa tunjangan guru madrasah dan dosen di bawah Kemenag. Sekjen Kemenag malah menyalahkan yayasan madrasah swasta. Sementara di Jawa Barat, bantuan untuk sekolah swasta justru dihilangkan dan diganti program lain. Intinya, baik guru negeri maupun swasta sama-sama merasakan dampaknya. Tidak ada yang benar-benar aman.
Jadi, jangan bilang kita sedang baik-baik saja. Faktanya tidak. Kita sedang dan akan menghadapi pancaroba yang panjang.
(Sumber: X)
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Hanya di Atas Kertas, Gaza Kembali Dibombardir
Keluarga Penjambret Tewas Protes Sikap DPR: Kenapa Kami Tak Diwakili?
Ketika Naik Jabatan Tak Lagi Jadi Mimpi: Fenomena Bekerja Tanpa Karir di Indonesia
Dua Pejabat, Satu Semangat: Sigit dan Jokowi Berjuang Habis-Habisan untuk Agenda Masing-Masing