Di tengah situasi pelik ini, skema tunjangan dianggap sebagai solusi. Baru dua malam lalu, Dirjen GTK menjanjikan akan menjamin kesejahteraan 237 ribu guru honorer yang masih tersisa.
Tapi, videonya yang tayang di Metro TV tiba-tiba hilang. Dicabut.
Nasib serupa tidak jelas juga menimpa tunjangan guru madrasah dan dosen di bawah Kemenag. Sekjen Kemenag malah menyalahkan yayasan madrasah swasta. Sementara di Jawa Barat, bantuan untuk sekolah swasta justru dihilangkan dan diganti program lain. Intinya, baik guru negeri maupun swasta sama-sama merasakan dampaknya. Tidak ada yang benar-benar aman.
Jadi, jangan bilang kita sedang baik-baik saja. Faktanya tidak. Kita sedang dan akan menghadapi pancaroba yang panjang.
(Sumber: X)
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral