Pasar saham kita langsung terperosok di awal pekan. Tak sampai dua puluh menit setelah bel berbunyi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah ambles lebih dari 5 persen. Angkanya cukup mengejutkan: anjlok 418 poin ke level 7.910-an.
Berdasarkan pantauan di layar, IHSG sempat dibuka di 8.306. Namun, naik sedikit saja, indeks langsung meluncur ke bawah seperti tak ada remnya. Puncaknya, ia bahkan menyentuh posisi terendah di 7.909. Transaksi pun ramai nilainya tembus Rp 7 triliun lebih dalam waktu singkat.
Wajah pasar benar-benar memerah. Hampir 600 saham terkapar, sementara yang mampu bertahan hijau tak sampai 60 emiten. Akibatnya, kapitalisasi pasar BEI pun menyusut drastis, berkurang hingga ke angka Rp 14.283 triliun.
Lantas, apa pemicu kejatuhan ini? Rupanya, sentimen negatif masih membayangi. Baru-baru ini, Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberi teguran keras ke BEI. Isunya seputar transparansi dan batas kepemilikan saham di Indonesia.
Artikel Terkait
Prabowo Larang Ekspor Jelantah, Sawit Dijagokan Jadi Tanaman Ajaib untuk Biodiesel dan Avtur
IHSG Terjun Bebas 5,3%, Pasar Modal Indonesia Diguyur Awan Merah
Impor Indonesia Tembus USD241,86 Miliar di 2025, Didorong Lonjakan Barang Modal
Harga Pangan Turun, Biaya Inti Naik: Deflasi Tipis Warnai Awal 2026