Pasar saham kita langsung terperosok di awal pekan. Tak sampai dua puluh menit setelah bel berbunyi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah ambles lebih dari 5 persen. Angkanya cukup mengejutkan: anjlok 418 poin ke level 7.910-an.
Berdasarkan pantauan di layar, IHSG sempat dibuka di 8.306. Namun, naik sedikit saja, indeks langsung meluncur ke bawah seperti tak ada remnya. Puncaknya, ia bahkan menyentuh posisi terendah di 7.909. Transaksi pun ramai nilainya tembus Rp 7 triliun lebih dalam waktu singkat.
Wajah pasar benar-benar memerah. Hampir 600 saham terkapar, sementara yang mampu bertahan hijau tak sampai 60 emiten. Akibatnya, kapitalisasi pasar BEI pun menyusut drastis, berkurang hingga ke angka Rp 14.283 triliun.
Lantas, apa pemicu kejatuhan ini? Rupanya, sentimen negatif masih membayangi. Baru-baru ini, Morgan Stanley Capital International (MSCI) memberi teguran keras ke BEI. Isunya seputar transparansi dan batas kepemilikan saham di Indonesia.
Tak cuma itu, situasi politik internal turut memanas. Empat pejabat tinggi OJK dan Dirut BEI memilih mundur akhir pekan lalu. Kabar itu jelas bikin investor makin gelisah.
Memang, OJK dan BEI sudah menunjuk pengganti dan berencana menemui MSCI. Tapi, upaya itu belum cukup menenangkan pasar. Apalagi, beredar kabar soal rencana masuknya Danantara ke BEI seperti diungkap Menko Airlangga pekan lalu yang justru menambah ketidakpastian.
Jadi, pagi ini, IHSG seperti kehilangan tenaga untuk bangkit. Pasar masih menunggu kejelasan, sementara tekanan jual masih terasa sangat kuat.
Artikel Terkait
Rupiah Tertekan Dolar AS, Diprediksi Bergerak di Rentang Rp17.600-Rp18.000 Pekan Depan
BEI Genjot Edukasi Pasar Modal, Resmikan Enam Galeri Investasi Baru di Bangka Belitung
Lo Kheng Hong Tekankan Pentingnya Fondasi Keuangan Sejak Dini di Seminar UKRIDA
Lo Kheng Hong: Fondasi Keuangan Sejak Muda Kunci Sukses Investasi Jangka Panjang