Di tengah riuh Rakernas PSI di Hotel Claro Makassar, Kamis lalu, ada kejutan yang cukup mencuri perhatian. Rusdi Masse Mapasessu, yang selama ini dikenal sebagai politikus NasDem, tiba-tiba muncul dengan jaket khas Partai Solidaritas Indonesia. Kaesang Pangarep, sang Ketua Umum, tak banyak basa-basi. Ia langsung mengumumkan secara resmi perpindahan RMS begitu Rusdi biasa disapa ke dalam barisan partainya.
"Ini tidak akan berhenti di Pak RMS saja," ucap Kaesang, dengan nada penuh keyakinan.
Anak bungsu Presiden Jokowi itu bahkan melempar isyarat. Masih akan ada lagi, katanya, tokoh-tokoh lain yang menyusul bergabung. Orasi politiknya di hadapan kader itu jelas ingin menegaskan satu hal: PSI sedang membangun momentum.
Lalu, Apa yang Membuat Rusdi Masse Pindah Haluan?
Setelah resmi menyandang atribut baru, Rusdi berucap terima kasih. Komitmennya sederhana tapi tegas: ia ingin membawa PSI ke level yang lebih baik.
"Mudah-mudahan dengan kehadiran saya di PSI bisa berbuat banyak," katanya. "Saya sudah buktikan kok menjadi pemenang di Sulsel. Kamu tahu Sulsel punya siapa," sambungnya dengan sedikit senyum, mengingatkan pada basis elektoralnya yang kuat.
Menurutnya, keputusan untuk hijrah bersama anaknya murni dari diri sendiri. Bukan karena ada gerbong atau kepentingan kelompok tertentu yang mendorong.
"Saya dan anak saya tidak punya gerbong. Saya cuma punya istri dan anak. Kalau dibilang gerbong, itu kerja tim. Tapi tidak ada yang memiliki itu," tegas Rusdi.
Ia juga berargumen bahwa perpindahannya ini bukan hal aneh di dunia politik. Sebelumnya, sudah ada contoh seperti Ahmad Ali dan Bestari Barus yang melakukan hal serupa. "Ini nurani. Memang seperti itu politik," ucapnya, seolah menutup pembahasan.
Artikel Terkait
Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional, Panglima TNI Hadir Dukung Langkah Strategis
Menggagas DHKSI: Jembatan Daerah Menuju Panggung Global
Menyapu Saat Imlek: Mitos Pengusir Rezeki atau Sekadar Simbol Budaya?
Impian Umroh Penjual Es Gabus Terwujud Berkat Kebaikan Selebgram Malaysia