Di sisi lain, Gus Ipul mengingatkan bahwa bansos bukanlah tujuan akhir. Bantuan ini sifatnya sementara.
“Bansos itu tidak dimaksudkan untuk membuat penerima ‘dininabobokan’,” katanya.
“Tujuan akhirnya adalah agar penerima manfaat bisa berdaya dan mandiri, tidak terus menerus bergantung pada bansos.”
Selain soal pengawasan bansos, audiensi itu juga menyoroti peran Dinas Sosial dalam melayani 12 Pemerlu Atensi Sosial (PAS). Gus Ipul mendorong setiap daerah memiliki fasilitas layanan dasar, seperti rumah singgah, sebagai bagian dari standar pelayanan minimal.
Pembahasan kemudian merambah ke program Sekolah Rakyat di Kalsel. Dibahas progres pembangunan sekolah permanen dan kesiapan lahan di sejumlah wilayah. Gus Ipul menegaskan, penentuan siswa harus melalui mekanisme ketat berbasis data, dan ditetapkan oleh kepala daerah.
“Tanpa adanya titipan,” tegasnya.
Di akhir pertemuan, Gus Ipul menutup dengan pesan kolaborasi. “Kita harus gandeng tangan. Kementerian Sosial tidak akan meninggalkan daerah. Semua program ini hanya bisa berjalan kalau pusat dan daerah bergerak bersama.”
Audiensi itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi Kemensos, seperti Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta seluruh Kepala Dinas Sosial Provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 3,05%, Analis Soroti Support Kunci yang Jebol
Mentan Amran Gelar Ramadan Tanpa Sekat, Bagikan Bantuan ke 500 Penerima
DPR Dorong Sekolah Siapkan Guru Hadapi Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Kapolri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Penyiraman Aktivis KontraS