Berikut gambaran beberapa pilihan kontrak yang tersedia (data bisa berubah):
Catatan: Angka di atas bersifat ilustratif. Selalu cek syarat terbaru di platform.
3. Aktifkan dan Tunggu Hasilnya
Setelah kontrak aktif, sistem berjalan otomatis. Pendapatan biasanya dikreditkan setiap 24 jam. Anda tinggal pantau saja dari dashboard akun.
4. Kelola Keuntungan
Dana yang masuk bisa Anda tarik, reinvestasikan untuk beli kontrak baru, atau dibiarkan saja dulu. Fleksibel, tergantung strategi Anda.
Beda Tipis dengan Trading Biasa
Lantas, apa sih bedanya dengan trading biasa? Cukup signifikan, sebenarnya.
Pertama, Anda tidak perlu jadi cenayang yang bisa menebak naik-turun harga pasar. Kedua, tidak ada istilah likuidasi paksa seperti di futures trading. Aliran pendapatannya juga cenderung lebih bisa diprediksi. Yang tak kalah penting, hambatan masuknya rendah. Anda tidak harus jadi ahli chart atau punya waktu mantau pasar tiap jam.
Kombinasi faktor-faktor inilah yang membuat cloud mining seperti WPA Hash menarik perhatian, terutama untuk investor XRP yang berpikir jangka panjang dan ingin diversifikasi.
Penutup
Jadi, intinya, penambangan awan semacam ini bukan dimaksudkan untuk menggantikan strategi investasi XRP yang sudah ada. Ia lebih berperan sebagai pelengkap atau alternatif tambahan. Model ini memungkinkan aset Anda tetap "bekerja" menghasilkan sesuatu, tanpa harus bergantung pada volatilitas harian atau sentimen pasar yang kadang tak karuan.
Bagi pemegang XRP yang menginginkan keseimbangan antara mencari stabilitas tapi tetap mau eksplorasi peluang memahami opsi seperti cloud mining bisa jadi langkah yang cukup bijak. Tapi, seperti biasa, lakukan riset mandiri dan pahami risikonya sebelum terjun.
Artikel Terkait
Gaji Rp 250 Ribu, Komisi X Desak Upah Guru Honorer Naik ke Rp 5 Juta
Es Hunkwe Dituding Spons, TNI AD Buka Suara Soal Klarifikasi Viral
Amien Rais Ingatkan Prabowo: Jangan Terjebak Agenda Trump Soal Palestina
Menteri PU Paparkan Progres Pascabencana: 1.200 Huntara Disiapkan, Normalisasi Sungai Capai 52%