Kampung Haji Indonesia di Makkah: Dari Penginapan Jadi Pusat Dagang Global

- Selasa, 27 Januari 2026 | 14:00 WIB
Kampung Haji Indonesia di Makkah: Dari Penginapan Jadi Pusat Dagang Global

Bayangkan sebuah kompleks di jantung Makkah, bukan cuma deretan kamar untuk istirahat jamaah. Itulah visi Kampung Haji Indonesia yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2028. Sebuah proyek ambisius di lahan hampir 5 hektar di kawasan Zaker ini diharapkan bisa menjadi lebih dari sekadar penginapan massal.

Menurut Abdul Hakam Naja, peneliti dari INDEF, potensinya jauh lebih besar. Ia membayangkannya sebagai "hub" atau pusat perdagangan. Sebuah gerbang ekspansi ekonomi Indonesia yang membidik pasar Timur Tengah, bahkan merambah ke Afrika Utara dan Eropa.

"Kampung haji di Saudi itu menjadi hub kita," ujar Hakam dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

"Menjadi perwakilan kita untuk ekspansi di Timur Tengah khususnya dan di Afrika Utara. Mungkin nanti bisa jadi hub untuk ke Eropa."

Konsepnya memang berbeda. Mereka ingin membangun sesuatu yang terintegrasi, mirip seperti mal. Rencananya, pembangunan akan dilakukan bertahap. Saat ini sudah tersedia 1.400 kamar. Jumlah itu akan ditambah lagi dengan 6.000 kamar baru, yang bisa menampung lebih dari 20.000 jamaah sekaligus.

Namun begitu, angka itu masih terasa kecil. Itu baru sekitar 10 persen dari total kuota jamaah haji Indonesia per tahun yang mencapai 221.000 orang. Artinya, masih panjang jalan menuju kapasitas ideal.

"Tidak hanya penginapan itu," jelas Hakam, menekankan visi integrasi tersebut. "Karena nanti akhirnya kita kayak mall untuk pelayanan perdagangan, kuliner, akomodasi dan sebagainya."

Di sisi lain, Hakam sangat menekankan peran pelaku usaha kecil. Menurutnya, UMKM harus dilibatkan secara serius, terutama untuk produk fesyen, kuliner halal, dan cenderamata. Selama ini, pasar souvenir haji di Arab Saudi justru banyak diisi produk dari China. Situasi yang ia rasa harus diubah.


Halaman:

Komentar