Kampung Haji Indonesia di Makkah: Dari Penginapan Jadi Pusat Dagang Global

- Selasa, 27 Januari 2026 | 14:00 WIB
Kampung Haji Indonesia di Makkah: Dari Penginapan Jadi Pusat Dagang Global

"Kita harusnya sudah mulai berpikir fashion-nya juga sudah kita harus mulai masuk," tegasnya.

Ada lagi ide menarik yang ia usung: ekspansi QRIS. Sistem pembayaran digital lokal yang baru dirintis pemerintah ini diusulkannya untuk dipakai di Kampung Haji. Bayangkan jika seluruh jamaah haji dan umrah Indonesia bertransaksi menggunakan QRIS di sana. Bukan cuma mempermudah, tapi juga bisa menjadikan Indonesia pelopor pembayaran digital di Saudi. Sekaligus, tentu saja, mengurangi ketergantungan pada jaringan kartu kredit global seperti Mastercard dan Visa.

"Kalau kita nanti bisa go international Qris ini di negara Timur Tengah, kemudian di Emirat Arab, Qatar, Turki dan sebagainya, itu nanti saya kira betul-betul yang kita cita-citakan," kata Hakam dengan penuh keyakinan.

Ia menggambarkan keberhasilan Kampung Haji ini bak "lokomotif yang menarik gerbong panjang" dari seluruh ekosistem ekonomi haji dan umrah. Tapi mimpi besar butuh kerjasama solid. Kolaborasi antar kementerian mulai dari Haji dan Umrah, Perdagangan, Pariwisata, hingga Perhubungan serta BUMN seperti Danantara, disebutnya mutlak diperlukan.

"Ini adalah Indonesia Incorporated yang harusnya memang tumbuh dari sini," tandas Hakam.

"Kalau ini dimulai dari reformasi pengelolaan haji dan umrah ini dahsyat dan ini kan riil dan dirasakan langsung oleh masyarakat."

Angkanya tidak main-main. Potensi ekonomi haji dan umrah Indonesia disebutkan mendekati Rp100 triliun per tahun. Dengan besarnya angka itu, Kampung Haji yang visioner bisa menjadi pintu gerbang emas. Sebuah peluang bagi produk UMKM lokal untuk menembus pasar global, sekaligus menahan agar dana masyarakat tidak terus-menerus bocor ke luar negeri.

Visi sudah ada. Lahan pun siap. Tinggal eksekusinya yang akan membuktikan.


Halaman:

Komentar