Ketua TPUA Berbalik Arah, Lapor Aktivis yang Dulu Mereka Bela

- Selasa, 27 Januari 2026 | 13:20 WIB
Ketua TPUA Berbalik Arah, Lapor Aktivis yang Dulu Mereka Bela

Ingat saja, jelang gelar perkara khusus di Bareskrim pada 9 Juli 2025 lalu. Habib Rizieq kala itu bersama Eggi, DHL, Muslim Arbi, Bunda Merry, dan sejumlah aktivis lain, membuat video pernyataan. Isinya menjelaskan latar belakang berdirinya TPUA.

Habib Rizieq dengan tegas mengatakan, TPUA dibentuk para ulama dan habaib, melanjutkan semangat 212. Tujuannya satu: membela ulama dan aktivis yang jadi korban kriminalisasi di era rezim Jokowi.

Dan rezim itu memang kejam. Banyak ulama dan aktivis mendekam di penjara hanya karena menyuarakan kritik, atau sekadar menjalankan amar makruf nahi mungkar.

Habib Rizieq sendiri tak luput. Dia dijebloskan dengan tuduhan menyebar kabar bohong, padahal hanya menyatakan dirinya sehat.

Maka miris melihat keadaan sekarang. Alih-alih membela, Ketum dan Sekjen TPUA justru melaporkan saya seorang aktivis yang selama ini berjuang membongkar kasus ijazah palsu Jokowi, dengan mendampingi klien seperti Roy Suryo cs, Kurnia Tri Royani, dan Azam Khan.

Soal Azam Khan dan Kurnia, mereka hingga kini masih menunggu komando Habib Rizieq sebagai Dewan Pembina TPUA, terkait pemecatan sepihak yang dilakukan Eggi Sudjana. Damai Hari Lubis sendiri diangkat jadi Sekjen setelah Azam Khan dipecat.

Menurut Azam, posisi Habib Rizieq di TPUA adalah yang tertinggi. ES dan DHL tak bisa bertindak ke Solo tanpa restu Dewan Pembina. Begitu pula, pemecatan anggota tak boleh dilakukan sepihak.

Selain Azam dan Kurnia, yang dipecat Eggi Sudjana antara lain Muslim Arbi (Plt Ketua TPUA), Ismar Syafrudin, Rizal Fadilah (Waketum), dan Rustam Efendi.

Kalau dilihat dari kaca mata politik, ada dugaan kuat ini bagian dari strategi pecah belah. Bisa jadi, SP-3 yang didapat ES dan DHL tidak gratis. Harganya mungkin adalah laporan terhadap saya, yang dianggap ancaman bagi pengungkapan kasus ijazah palsu tersebut.

(")


Halaman:

Komentar