LAPORAN UNTUK AHMAD KHOZINUDIN: GERAKAN EGII SUDJANA & DAMAI HARI LUBIS YANG MEMALUKAN TPUA DAN HABIB RIZIEQ
Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Pesan WhatsApp itu datang tiba-tiba dari KH Slamet Ma’arif, Senin kemarin. Isinya sederhana: lampiran berkas laporan polisi yang dibuat Damai Hari Lubis. Tapi nada yang menyertainya jelas rasa kecewa.
Beliau menyayangkannya. Bagaimanapun masalah pribadi yang terjadi, kata beliau, ada yang janggal. Bagaimana mungkin sebuah tim yang seharusnya membela, malah berbalik melapor? Soalnya, pelapor dalam kasus ini adalah Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis sendiri, yang notabene Ketua Umum dan Sekjen TPUA, Tim Pembela Ulama & Aktivis.
“Sekarang ini,” seloroh beliau lewat pesan, “TPUA bisa jadi kepanjangan dari Tim Pelapor Ulama & Aktivis.” Atau mungkin lebih spesifik lagi: Tim Pelapor Ulama & Ahmad Khozin.
Saya sendiri bingung. Alasannya? Tidak lama sebelumnya, ES dan DHL ini yang mendatangi Jokowi, protes karena ditetapkan sebagai tersangka. Mereka minta Presiden memerintahkan Kapolri mencabutnya, salah satunya dengan alasan status mereka sebagai advokat yang sedang menjalankan tugas.
Namun begitu, kini giliran mereka yang melaporkan saya yang juga advokat. Padahal, profesi ini punya imunitas saat membela klien, baik di dalam maupun luar pengadilan. Yang dilaporkan adalah pernyataan saya saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, usai mendampingi pemeriksaan Rizal Fadilah, Rustam Efendi, dan Kurnia Tri Royani. Mereka klien saya.
Kabarnya, laporan itu dibuat sekitar pukul 10 malam. Konon, Eggi Sudjana sengaja terbang dari Malaysia langsung untuk urusan ini. Yang menarik, saat melapor dia tak lagi menggunakan kursi roda seperti saat berangkat. Semoga saja kabar penyakitnya yang katakan sudah stadium empat itu, sembuh setelah berobat di sana.
Soal Wibawa Habib Rizieq
Tapi, terlepas dari itu, langkah keduanya jelas berdampak. Salah satunya pada wibawa Habib Rizieq Shihab.
Artikel Terkait
Di Balik Pencabutan Izin Pasca Banjir: Wartawan Senior Pertanyakan Agenda Terselubung
Ombak Tiga Meter, Nelayan Semarang Terjepit Antara Risiko dan Isi Perut
Tegang di Selat Taiwan, PM Jepang Ingatkan Aliansi dengan AS Bisa Runtuh
Komisi Yudisial Desak Tambahan Anggaran dan Revisi UU di Hadapan DPR