Rocky Gerung Kritik Jokowi: Hilangnya Tradisi Intelektual dan Dampaknya untuk Prabowo

- Minggu, 02 November 2025 | 09:50 WIB
Rocky Gerung Kritik Jokowi: Hilangnya Tradisi Intelektual dan Dampaknya untuk Prabowo
Analisis Hilangnya Tradisi Intelektual di Era Jokowi Menurut Rocky Gerung

Rocky Gerung: 10 Tahun Pemerintahan Jokowi Hilangkan Tradisi Intelektual

Budaya intelektual merupakan hal yang melekat pada para pemimpin Indonesia, mulai dari era Bung Karno hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, menurut analisis Rocky Gerung, tradisi ini menghilang selama era kepemimpinan Joko Widodo atau Jokowi.

Rocky Gerung menyampaikan pandangan ini dalam podcast bersama wartawan senior Hersubeno Arief. Podcast tersebut tayang di kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Minggu, 2 November 2025.

Era Jokowi dan Penghentian Tradisi Intelektual

Menurut Rocky, kebiasaan untuk membahas dan mempersoalkan sesuatu secara konseptual tidak ditemukan dalam tradisi kepemimpinan Jokowi. Akibatnya, Jokowi lebih mengandalkan buzzer dan apa yang disebut sebagai "termul" atau ternak Mulyono.

"Kita kehilangan kondisi akademis ketika 10 tahun Presiden Jokowi memerintah. Intinya, kita kehilangan kemampuan berargumentasi," tegas Rocky Gerung.

Dampak pada Pemerintahan Prabowo Subianto

Rocky Gerung menilai bahwa pemerintahan Prabowo Subianto saat ini merasakan dampak langsung dari hilangnya tradisi intelektual selama satu dekade. Ia menyebutkan bahwa hilangnya komunitas pemikir dan masyarakat yang argumentatif mengakibatkan berbagai kerusakan.

"Apa yang kita peroleh hari ini adalah kerusakan ekonomi, kerusakan sosial, kerusakan persahabatan, dan kerusakan daya berpikir yang disebabkan oleh 10 tahun pemerintahan Jokowi," jelasnya.

Slogan 'Kerja-Kerja' Tanpa Konsep yang Jelas

Akademisi yang dikenal kritis ini juga menyoroti slogan 'kerja-kerja' yang diusung Jokowi. Menurutnya, slogan tersebut terlihat tidak memiliki konsep yang matang sehingga berujung pada kondisi yang berantakan.

Rocky Gerung bahkan menyindir dengan menyatakan, "Sangat mungkin Presiden Prabowo memahami bahwa negeri ini didesain dengan pikiran, akhirnya berantakan karena selama 10 tahun di istana, tulisannya bukan 'no smoking', tapi 'no thinking'."

Komentar