MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa partisipasi negara dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersifat sementara, bukan keanggotaan tetap. Pernyataan ini muncul seiring dengan analisis dari pakar hubungan internasional yang melihat momentum ini sebagai pengakuan atas reputasi diplomasi Indonesia di panggung global.
Reputasi Diplomasi Indonesia Diakui di Tingkat Global
Menurut pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah, keikutsertaan Indonesia dalam forum yang digagas Donald Trump tersebut bukanlah hal yang mengherankan. Ia meyakini, kapasitas diplomasi Indonesia, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, telah mendapatkan pengakuan internasional sejak awal.
Teuku menjelaskan, “Reputasi diplomatik RI dan kualitas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sudah sejak dini dihargai Presiden Donald Trump.”
Posisi Strategis dan Ruang Bergerak
Sebagai dosen di Universitas Padjajaran, Teuku berpandangan bahwa posisi ini memberikan Indonesia ruang pengaruh yang signifikan. Dalam forum BoP nanti, Indonesia diyakini dapat aktif bersaing menyampaikan gagasan, termasuk memperjuangkan isu-isu krusial seperti masa depan Palestina, dengan landasan pengalaman diplomasi yang matang.
Artikel Terkait
Menhub Imbau Pengusaha Logistik Patuhi Aturan Truk Saat Puncak Arus Balik Lebaran
China Desak Warganya Segera Tinggalkan Israel, Siapkan Evakuasi via Mesir
Iran Bantah Tegas Laporan Negosiasi Diam-diam dengan AS
Tabrakan Pesawat Air Canada dengan Mobil Pemadam di Bandara LaGuardia, Penerbangan Ditutup