Ceritanya begini. Ada seorang kenalan yang ngajak ketemuan di Starbucks. Saya tolak, dengan alasan sederhana: saya lagi ikutan boikot. Reaksinya? Malah dikatain. Katanya, tindakan saya itu nggak bakal ngaruh apa-apa.
Nah, di situ saya balas. Saya ingetin dia, yang notabene seorang muslim, tentang kisah semut di zaman Nabi Ibrahim.
Sejak pesan itu dikirim, diam. Nggak ada balasan lagi di WhatsApp. Mungkin lagi mikir, atau mungkin juga kesel. Entahlah.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Minta Pejabat Tak Gelar Open House Mewah Menjelang Lebaran 2026
Tim Hukum RRT Bubar, Roy Suryo dan Tifa Bentuk Advokat Baru Troya
DPRD Sulsel Desak Pemprov Segera Bayar Sisa Rp18 Miliar Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang
Refly Harun Duga Laporan Ijazah Jepang Paksa Rismon Sianipar Ajukan Restorative Justice