Cerita singkat ini diunggah oleh Zakka Fauzan, atau yang dikenal sebagai @zakkafm di platform media sosial. Unggahannya disertai beberapa tangkapan layar yang menunjukkan berbagai poster dan ajakan untuk bergabung dalam gerakan boikot. Ada yang menampilkan logo Starbucks yang disensor, ada pula ajakan langsung untuk tidak membeli produk-produk tertentu.
Gambar-gambarnya sendiri cukup bervariasi. Satu gambar menunjukkan statistik atau infografis, sementara yang lain lebih bersifat ajakan visual. Intinya sama: mengajak orang untuk sadar dan mengambil sikap.
Jadi, begitulah. Percakapan singkat yang berakhir dengan keheningan, tapi cukup mewakili perdebatan yang lebih besar di luar sana. Soal efektif atau tidak, itu urusan nanti. Yang jelas, bagi sebagian orang, berdiam diri bukanlah sebuah pilihan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Minta Pejabat Tak Gelar Open House Mewah Menjelang Lebaran 2026
Tim Hukum RRT Bubar, Roy Suryo dan Tifa Bentuk Advokat Baru Troya
DPRD Sulsel Desak Pemprov Segera Bayar Sisa Rp18 Miliar Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang
Refly Harun Duga Laporan Ijazah Jepang Paksa Rismon Sianipar Ajukan Restorative Justice