Sutoyo Abadi: Indonesia Bisa Terperangkap Sebagai Antek, Boneka Dan Kacung Asing
Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi, melontarkan kritik pedas. Dalam sebuah artikelnya, ia memperingatkan bahwa negara ini berisiko besar menjadi sekadar alat antek, boneka, bahkan kacung kepada kekuatan asing.
Ia memulai dengan mendefinisikan istilah-istilah itu. "Antek" itu orang atau negara yang diperalat. Lalu "boneka", ya, maknanya kiasan tapi jelas: dimanipulasi seperti wayang oleh dalangnya. Sedangkan "kacung" lebih kasar lagi, merujuk pada pesuruh atau jongos.
Kritik ini muncul menyusul langkah Presiden Prabowo Subianto yang menandatangani Piagam Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump di Davos, Swiss, akhir Januari lalu. Tindakan itu disebut sebagai komitmen Indonesia untuk perdamaian di Gaza. Tapi bagi Sutoyo, ceritanya tidak sesederhana itu.
Ia mengutip pendapat Sean Lee, asisten profesor ilmu politik di Universitas Amerika di Kairo.
kata Lee.
Menurut Sutoyo, BoP sama sekali tidak akan menghukum Israel atas genosida. Malah, rencananya justru memberi Israel wilayah lebih luas lewat "zona penyangga" yang mengurung Gaza. "Board of Peace itu justru akan melegitimasi dan mensubkontrakkan pendudukan brutal Israel," imbuhnya, Selasa (27/1/2026).
Parahnya lagi, lanjutnya, inisiatif ini tidak akan melucuti senjata pelaku genosida. Justru korbannya rakyat Gaza yang akan dideradikalisasi dan dilucuti haknya.
"Keputusan tergesa-gesa ini berisiko melemahkan mandat KAA, GNB, OKI, dan Liga Arab," tegas Sutoyo.
Artikel Terkait
Sudan Terbelah, Darurat Kemanusiaan, dan Panggilan bagi Indonesia
Trump Bentuk Dewan Perdamaian, 10 Alasan Mengapa Langkah Ini Dianggap Bermasalah
Pasar Minggu Dipenuhi Lubang, Pemprov Tunggu Hujan Reda untuk Perbaikan
Rocky Gerung dan Polemik Ijazah: Dari Pemilik Palsu ke Pertanyaan Moral