Kemenkop Raih Peringkat 10 Besar Keterbukaan Informasi dengan Skor Nyaris Sempurna

- Senin, 15 Desember 2025 | 19:50 WIB
Kemenkop Raih Peringkat 10 Besar Keterbukaan Informasi dengan Skor Nyaris Sempurna

Jakarta, Senin (15/12) – Kementerian Koperasi berhasil mencatatkan namanya di jajaran 10 besar Badan Publik. Raihan ini datang dengan predikat ‘Informatif’ dan nilai yang cukup tinggi, 98.01, dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 untuk kategori kementerian. Sebuah pencapaian yang patut disyukuri.

Di acara penganugerahan tersebut, Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, hadir mewakili Menteri Ferry Juliantono. Ia tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komisi Informasi Pusat (KIP) RI.

“Setelah berubah nomenklatur dari Kementerian Koperasi dan UKM menjadi Kementerian Koperasi, Kementerian Koperasi berhasil mempertahankan predikat Badan Publik Informatif dan masuk 10 besar,” jelas Zabadi dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

Ia menambahkan, “Penghargaan ini akan menjadi penyemangat sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Kemenkop agar terus meningkatkan kinerja berdasarkan indikator dan kriteria penilaian yang ada.”

Zabadi mengaku bersyukur. Baginya, mempertahankan predikat itu bukan perkara mudah. Namun begitu, ia menegaskan bahwa ini bukan waktunya untuk berpuas diri. Justru sebaliknya, momen ini harus jadi pijakan untuk melangkah lebih baik lagi di tahun-tahun mendatang.

Komitmennya jelas. “Anugerah ini sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempertahankan kualitas pelayanan publik, dan terus meningkatkannya setiap tahun,” katanya.

Lebih jauh, Zabadi memandang apresiasi ini sebagai sebuah amanah. Menurutnya, ini adalah bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Tujuannya satu: memberikan pelayanan informasi yang lebih prima kepada masyarakat.

Di sisi lain, hasil ini juga punya makna strategis. Ia bisa jadi alat ukur untuk mengevaluasi reformasi birokrasi, khususnya di sektor pelayanan publik. Aspek itu, kata Zabadi, harus terus dikembangkan.

Bagi Kemenkop, keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban. Itu adalah fondasi utama membangun transparansi dan memenuhi hak dasar masyarakat untuk tahu. Karena itulah, kemudahan akses informasi tentang program-program strategis kementerian akan terus diupayakan.

“Uji publik menjadi ruang strategis untuk memperlihatkan keseriusan Kemenkop dalam memastikan informasi dapat diakses oleh seluruh warga negara,” tegas Zabadi.

Jadi, penghargaan di tangan ini bukan titik akhir. Ia lebih mirip pengingat bahwa jalan menuju pelayanan yang terbuka dan akuntabel masih panjang, dan harus ditempuh dengan konsistensi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler