"Untuk oleh-oleh begitu?" desak JPU lagi.
"Sepertinya seperti itu," jawab Agustin, tetap samar.
Pertanyaan kemudian berbalik. Jika uang itu untuk oleh-oleh, apakah Hery kerap membagikan buah tangan sepulang dari tugas?
Agustin mengiyakan. "Pernah, Pak. Cokelat, Pak," katanya.
JPU pun penasaran. "Cokelat. Dari mana dia? Dia perjalanan ke mana?"
Saksi itu hanya menggeleng. "Pas kebetulan tugas… saya lupa, Pak."
Jawaban-jawaban yang tercecer itu meninggalkan banyak tanda tanya. Sidang sendiri masih akan berlanjut, mengurai benang merah dari aliran uang yang disebut "non-teknis" tersebut.
Artikel Terkait
Kobaran Api Hanguskan Kapal di Pelabuhan Muara Baru, Asal Usul Masih Misterius
Sengketa Lahan Berujung Adu Senjata Angin di Padang Lawas Utara
Dua Kelarga Berdamai, Kasus Penganiayaan Anak di Warung Kelontong Ditutup
Uang Haram Sertifikasi K3 Dijadikan Uang Saku Pejabat Kemnaker