"Untuk oleh-oleh begitu?" desak JPU lagi.
"Sepertinya seperti itu," jawab Agustin, tetap samar.
Pertanyaan kemudian berbalik. Jika uang itu untuk oleh-oleh, apakah Hery kerap membagikan buah tangan sepulang dari tugas?
Agustin mengiyakan. "Pernah, Pak. Cokelat, Pak," katanya.
JPU pun penasaran. "Cokelat. Dari mana dia? Dia perjalanan ke mana?"
Saksi itu hanya menggeleng. "Pas kebetulan tugas… saya lupa, Pak."
Jawaban-jawaban yang tercecer itu meninggalkan banyak tanda tanya. Sidang sendiri masih akan berlanjut, mengurai benang merah dari aliran uang yang disebut "non-teknis" tersebut.
Artikel Terkait
AVC Tetapkan Grup Champions Club Asia 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah dengan Dua Wakil
Simon Grayson Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia
Raphinha Cetak Hattrick, Barcelona Hancurkan Sevilla 5-2
Manchester United Kalahkan Aston Villa 3-1, Raih Tiga Poin Krusial di Old Trafford