Kereta Jenazah Pakubuwono XIII: Sejarah, Rute Kirab, dan Fungsinya yang Sakral

- Senin, 03 November 2025 | 11:00 WIB
Kereta Jenazah Pakubuwono XIII: Sejarah, Rute Kirab, dan Fungsinya yang Sakral

Kereta Jenazah Pakubuwono XIII: Kisah Kendaraan Sakral Keraton Surakarta Berusia 100 Tahun

Keraton Kasunanan Surakarta bersiap menggelar prosesi sakral untuk mengantarkan kepergian Kanjeng Sinuhun Paku Buwono XIII yang wafat pada Minggu (2/11/2025). Salah satu elemen penting dalam prosesi ini adalah kereta jenazah bersejarah berusia lebih dari 100 tahun yang menjadi kendaraan sakral keraton.

Sejarah Kereta Jenazah Pakubuwono XIII

Kereta berwarna putih ini disimpan di Gedung Kereta yang terletak di depan Sasono Putro. Menurut Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger, adik Pakubuwono XIII, kereta ini merupakan peninggalan bersejarah dari masa Pakubuwono VII dan pernah direstorasi di era Pakubuwono X.

"Kereta ini sudah ada sejak PB VII, jadi usianya lebih dari 100 tahun," jelas Gusti Puger di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta.

Fungsi Sakral dalam Prosesi Kerajaan

Kereta jenazah ini memiliki fungsi khusus yang hanya digunakan untuk upacara penghantaran jenazah raja dari dalam Ndalem Keraton menuju titik pemberangkatan akhir. Meski tujuannya sama, jalur kirab kali ini akan berbeda dari prosesi di masa PB X.

"Dulu pada masa PB X, jenazah dibawa ke Stasiun Balapan untuk diberangkatkan ke Imogiri menggunakan kereta api. Kali ini rutenya akan menyesuaikan, mirip seperti prosesi PB XII," terang Gusti Puger.

Rute Kirab Menuju Loji Gandrung

Menurut Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, kirab jenazah akan dilakukan sebelum pemberangkatan ke Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, DIY pada Rabu (5/11/2025).

Rute kirab akan dimulai dari Keraton Kasunanan Surakarta, melewati Bangsal Magangan, Alun-Alun Selatan, keluar melalui Plengkung Gading, menuju Jalan Veteran, berbelok di perempatan Tipes ke Jalan Slamet Riyadi, dan berakhir di Loji Gandrung (rumah dinas Wali Kota Solo).

"Di Loji Gandrung, kereta akan berhenti sebentar untuk memindahkan peti jenazah dari kereta ke mobil ambulans yang melanjutkan perjalanan ke Imogiri," jelas Gusti Moeng.

Prosesi Penghormatan Terakhir

Dalam prosesi kirab nanti, rombongan akan terdiri atas para sentono, abdi dalem, prajurit keraton, dan keluarga besar kerajaan. Kereta jenazah akan ditarik enam hingga delapan ekor kuda dalam upacara penghormatan yang terbuka untuk masyarakat.

"Biasanya masyarakat berdiri di sepanjang jalan untuk memberi penghormatan kepada raja mereka," tutur Gusti Puger.

Pakubuwono XIII wafat di Rumah Sakit Indriati, Solo Baru pada pukul 07.00 WIB. Kabar meninggalnya raja Surakarta ini telah dikonfirmasi oleh berbagai pihak keraton dan Perkumpulan Masyarakat Surakarta.

Komentar